Visitasi UNS Eco-friendly School Award Tahun 2025 (Tahap 1)

Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui tim Green Campus menyelenggarakan kegiatan yang diberi nama UNS Eco-Friendly School Award. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kepedulian UNS terhadap sekolah dasar yang telah menunjukkan perhatian terhadap lingkungan serta menerapkan praktik-praktik keberlanjutan. Melalui kegiatan ini, tim Green Campus UNS bermaksud memberikan apresiasi kepada sekolah dasar yang berperan aktif dalam pendidikan lingkungan dan menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa. Program ini mulai dilaksanakan pada tahun 2024 dengan melibatkan sekolah dasar yang berada di wilayah eks-Karesidenan Surakarta, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen.

Kegiatan UNS Eco-Friendly School Award tahun 2025 dimulai pada bulan Juni dengan tahapan awal berupa sosialisasi, yang kemudian dilanjutkan dengan masa pengisian instrumen pada tanggal 24 Juni hingga 2 Agustus. Pada tahap ini, peserta diminta untuk mengisi jawaban melalui website UNS Eco-Friendly, disertai dengan bukti pendukung berupa foto objek yang relevan dengan pertanyaan dalam instrumen. Setelah seluruh peserta menyelesaikan pengisian, panitia melakukan penilaian berdasarkan jawaban yang diberikan beserta foto pendukung yang diunggah. Selanjutnya, untuk memastikan validitas bukti yang telah dikirimkan, panitia membentuk tim khusus yang bertugas melakukan visitasi ke sekolah dasar peserta. Visitasi ini bertujuan untuk mengonfirmasi kesesuaian antara bukti yang diunggah di website dengan kondisi nyata di lapangan.

        Tim pertama dengan anggota, Ir. Candraningratri Ekaputri W., S.T., M.Eng., Ph.D., Kholis Hapsari P., S.T., M.T., dan Zabilla Tomy Sanjaya S.Si., M.Ling mendapatkan tugas untuk melakukan visitasi ke sekolah-sekolah di Kabupaten Sragen (17/09/2025). Sekolah yang dikunjungi meliputi SDN 01 Majenang, SDN 01 Puro, dan SDN 01 Duyungan. Kunjungan pertama dilaksanakan di SDN 01 Majenang yang berlokasi di Desa Sukodono, Kabupaten Sragen. Sekolah ini berada di wilayah dengan kondisi geografis relatif kering dan memiliki karakteristik iklim yang mirip dengan daerah Purwodadi. Meskipun memiliki keterbatasan tersebut, semangat guru dan siswa untuk melakukan penghijauan di area sekolah tetap tinggi. Selain fokus pada penghijauan yang membutuhkan perhatian lebih, SDN 01 Majenang juga mengembangkan berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pengurangan sampah. Beberapa inovasi tersebut antara lain pembuatan pot tanaman dari bekas galon minuman serta kerajinan dari botol plastik, kertas, dan sedotan bekas. Tidak hanya itu, sekolah ini juga menginisiasi program pemanenan air hujan. Air hujan dialirkan melalui saluran dari atap sekolah menuju toren penampungan, yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan mencuci tangan dan menyiram tanaman di lingkungan sekolah.

        Kunjungan sekolah kedua dilakukan di SDN 01 Puro, yang dikenal memiliki banyak prestasi di bidang kesenian, baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi. Dalam upaya pengelolaan lingkungan, sekolah ini menunjukkan semangat yang tinggi untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan pada para siswa. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah mengajarkan siswa membuat berbagai kreasi dari barang bekas serta mengurangi penggunaan limbah plastik. Selain itu, sekolah juga menyediakan area khusus untuk kegiatan composting dalam rangka mengolah sampah organik. Keberadaan pohon beringin yang cukup besar di lingkungan sekolah mendukung pemanfaatan sampah organik untuk dijadikan kompos. Sebagai bagian dari inovasi pengelolaan sampah, selain memproduksi kompos dari bahan organik, pihak sekolah juga membimbing siswa dalam membuat karya seni dari bahan bekas. Hasil karya tersebut kemudian dipajang di etalase yang terletak di depan kelas sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi siswa. 

       Kunjungan ketiga dilakukan di SDN 01 Duyungan, yang berlokasi di seberang Jalan Raya Solo–Sragen, dengan rel kereta api yang berada tepat di belakang sekolah. Meskipun berada di lingkungan yang cukup padat oleh akses transportasi, hal tersebut tidak mengurangi semangat sekolah dalam mengelola dan menjaga lingkungan. SDN 01 Duyungan termasuk salah satu sekolah Adiwiyata di Kabupaten Sragen. Berbagai prestasi yang telah diraih menjadi motivasi bagi sekolah ini untuk terus berinovasi dalam pengelolaan lingkungan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengumpulan sampah plastik menggunakan keranjang khusus yang diletakkan di lokasi strategis sehingga mudah diakses oleh para siswa. Sampah plastik yang terkumpul kemudian dijual, dan hasilnya dimanfaatkan untuk mendukung program-program sekolah. Selain itu, sekolah juga memanfaatkan air wudu yang dialirkan langsung ke kolam ikan, sehingga sisa air dapat digunakan kembali secara produktif. Sekolah ini juga memiliki kebun kecil di bagian belakang yang ditanami berbagai tanaman herbal, seperti jahe, lengkuas, dan serai. Keunikan lain dari SDN 01 Duyungan dibandingkan dengan peserta UNS Eco-Friendly School Award lainnya adalah adanya fasilitas antar-jemput siswa. Program ini tidak hanya membantu siswa yang rumahnya berjarak jauh dari sekolah, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam upaya penghematan energi.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru