Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PPKMB) Prodi Ilmu Lingkungan sebagai ajang orientasi bagi mahasiswa angkatan 2025. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kehidupan akademik sekaligus menanamkan nilai-nilai keberlanjutan sejak awal masa studi. Sejumlah narasumber dihadirkan, salah satunya dari Subdirektorat Green Campus & Sustainable Development Goals (SDGs) UNS yang memaparkan berbagai upaya universitas dalam mewujudkan kampus hijau.
Panitia PPKMB menegaskan bahwa orientasi mahasiswa baru bukan hanya pengenalan sistem akademik, melainkan juga pembekalan karakter dan kepedulian lingkungan. Mahasiswa Prodi Ilmu Lingkungan, yang kelak akan berkecimpung di bidang pengelolaan lingkungan, diharapkan memahami peran mereka sebagai agen perubahan. Kehadiran tim Green Campus UNS menjadi pelengkap materi dengan menekankan pentingnya aksi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dalam sesi pemaparan, perwakilan Green Campus UNS memperkenalkan sejarah program yang telah dicanangkan sejak 6 Maret 2013 oleh Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya. Pada 2015, UNS terpilih sebagai salah satu dari lima universitas pilot project Green Campus bersama Universitas Patimura, Universitas Hasanuddin, Universitas Mataram, dan Universitas Cenderawasih. Kini, Subdirektorat Green Campus berada di bawah Direktorat Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Reputasi UNS, dengan tugas merancang kebijakan, program, dan kegiatan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendidikan, penelitian, dan pengelolaan kampus.
Tim Green Campus menjelaskan bahwa pengelolaan kampus hijau di UNS mencakup enam bidang utama: Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, dan Education and Research. Pada bidang Setting and Infrastructure, UNS memiliki luas area 4,6 juta m² dengan lebih dari 90 persen ruang terbuka hijau. Pengembangan infrastruktur selalu diawasi agar tidak merusak lingkungan, misalnya dengan pembangunan vertikal di kawasan perkotaan dan konservasi keanekaragaman hayati di kampus luar kota. Beberapa inovasi yang diperkenalkan meliputi taman vertikal, konservasi anggrek melalui orchidarium, dan pemanfaatan Danau UNS sebagai ruang terbuka hijau sekaligus cadangan air.
Bidang Energy and Climate Change menitikberatkan pada pemanfaatan energi terbarukan. UNS kini menggunakan tiga sumber energi bersih solar cell (panel surya), biodiesel, dan clean biomass yang tersebar di berbagai fakultas dan fasilitas kampus. Upaya efisiensi energi dilakukan dengan pemasangan lampu LED, smart building, dan keran air otomatis. Mahasiswa diajak meminimalkan penggunaan energi fosil, menanam pohon sebagai cadangan karbon, serta melakukan audit energi di rumah masing-masing.
Pengelolaan sampah dan limbah menjadi fokus bidang Waste. Sejak 2017, UNS memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terintegrasi untuk limbah domestik kampus dan masyarakat sekitar. Program daur ulang, pembuatan ecoenzyme, dan pengomposan terus digalakkan. Mahasiswa didorong untuk menerapkan kebiasaan zero waste, seperti membawa tumbler dan lunchbox sendiri, menggunakan tas belanja ramah lingkungan, serta mengurangi konsumsi kertas dan plastik sekali pakai.
Upaya konservasi air terangkum dalam bidang Water. UNS membangun sumur resapan, membuat biopori, dan memanfaatkan sisa air wudhu untuk penyiraman taman. Revitalisasi Danau UNS juga dilakukan untuk menjaga kualitas air sekaligus mempercantik lanskap kampus. Di bidang Transportation, UNS mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan melalui penyediaan kendaraan listrik, stasiun pengisian daya di FMIPA, jalur pedestrian, dan program car free day. Mahasiswa didorong untuk membiasakan berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum.
Bidang terakhir, Education and Research, menekankan pentingnya integrasi nilai keberlanjutan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. UNS telah menyelenggarakan mata kuliah dan seminar berbasis green and sustainability, penelitian ramah lingkungan, hingga gerakan penanaman pohon langka dan program pilah sampah. Dana penelitian berkelanjutan juga meningkat dari tahun ke tahun untuk mendukung riset inovatif di bidang lingkungan.
Selain pemaparan tentang program kampus hijau, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai sistem akademik, etika kemahasiswaan, peluang penelitian, serta tata kelola fakultas. Kehadiran Green Campus justru melengkapi wawasan mahasiswa baru agar tidak hanya mengenal struktur kampus, tetapi juga memahami tanggung jawab ekologis selama menempuh studi. Mahasiswa baru menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Lingkungan FMIPA UNS menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Materi Green Campus menjadi pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang dimulai dari kebiasaan sehari-hari—menghemat energi, mengelola sampah, dan memilih transportasi ramah lingkungan. Kehadiran Green Campus UNS sebagai salah satu narasumber memberikan inspirasi bagi mahasiswa Prodi Ilmu Lingkungan untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari dan berperan aktif menjaga bumi demi masa depan yang lebih lestari.