Masterplan Berkelanjutan dalam Rangka Dies Natalis Ke-50 Universitas Sebelas Maret

Surakarta — Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus hijau berkelas dunia melalui penyelenggaraan Lomba Masterplan Kampus Berkelanjutan dalam rangka Dies Natalis ke-50 UNS tahun 2026. Kompetisi ini mengundang tim multidisiplin untuk merancang visi pengembangan kawasan kampus UNS selama 20 tahun ke depan dengan produk dokumen strategis yang terukur dan berkelanjutan.

Kompetisi ini menuntut peserta untuk menghasilkan dokumen perencanaan strategis kawasan UNS Kentingan seluas ±600.000 m² dengan proyeksi pengembangan hingga dua dekade ke depan. Lebih dari sekadar produk visual, peserta diharuskan merumuskan bagaimana desain fisik kampus dapat menjadi instrumen perubahan perilaku dengan mendorong sivitas akademika untuk secara organik mengadopsi pola hidup yang lebih hemat energi, rendah emisi, dan berwawasan lingkungan. Peserta terdiri dari tim multidisiplin dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Dokumen masterplan yang disusun mencakup analisis kondisi eksisting kawasan, konsep tata ruang, strategi pengembangan infrastruktur hijau-biru, sistem mobilitas internal kampus, serta rencana implementasi bertahap dalam tiga cakrawala waktu: jangka pendek (1 tahun), jangka menengah (5 tahun), dan jangka panjang (20 tahun).

Proses penilaian dilaksanakan dalam dua tahap oleh dewan juri yang terdiri dari para ahli di bidang arsitektur, perencanaan wilayah dan kota, teknik lingkungan, serta desain berkelanjutan. Tahap pertama berupa evaluasi dokumen secara tertutup dengan kontribusi 40% terhadap nilai akhir yang dilaksanakan dari 06 Februari 2026 sampai 17 Mei 2026, dilanjutkan dengan tahap presentasi dan visualisasi 3D secara terbuka yang berkontribusi 60% yang dilaksanaka pada 11 Juli 2026. Secara keseluruhan, setiap keputusan perancangan yang diajukan peserta yang dimulai dari pemilihan spesies vegetasi, sistem manajemen air limpasan, hierarki jalur pejalan kaki, hingga integrasi energi surya pada selubung bangunan, memiliki keterkaitan yang erat dengan kerangka pembangunan global yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Kompetisi ini memiliki relevansi langsung terhadap setidaknya tiga tujuan dalam kerangka SDGs. Pertama, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan aspek kurikuler, melainkan juga mencakup kualitas lingkungan fisik yang mendukung proses pembelajaran. Kampus yang dirancang secara inklusif, nyaman, dan aksesibel bagi seluruh penggunanya merupakan perwujudan konkret dari komitmen tersebut. Kedua, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan menemukan konteks miniaturnya dalam skala kampus. Persoalan pengaturan sirkulasi manusia dan kendaraan, pengelolaan ruang terbuka hijau, serta integrasi teknologi smart campus menjadikan kampus sebagai living laboratory perencanaan wilayah berkelanjutan. Ketiga, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim menjadi latar yang paling mendesak. Setiap elemen desain yang diusulkan peserta, mulai dari penanaman vegetasi, perancangan sistem pengelolaan air limpasan, hingga strategi pengurangan emisi karbon kawasan, merupakan respons terukur terhadap krisis lingkungan yang kian tidak dapat ditunda penanganannya.

Penyelenggaraan lomba ini tidak terlepas dari rekam jejak panjang UNS dalam mengimplementasikan agenda keberlanjutan secara konsisten. Pada Desember 2025, UNS berhasil meraih peringkat ke-39 dunia dan ke-6 nasional dalam UI GreenMetric World University Rankings 2025, masuk dalam jajaran 40 perguruan tinggi paling berkelanjutan di dunia. Capaian ini merupakan peningkatan signifikan dari posisi ke-43 dunia yang diraih pada tahun sebelumnya, mencerminkan kemajuan yang terukur dan berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika, bukan semata hasil kebijakan institusional dari level pimpinan. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., menambahkan bahwa peningkatan peringkat ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keberlanjutan telah terinternalisasi dalam praktik kerja keseharian di lingkungan UNS, bukan sekadar atribut kelembagaan. Dalam konteks itulah Lomba Masterplan Kampus Berkelanjutan hadir sebagai keltahap lanjutan dari semangat tersebut, dengan melibatkan mahasiswa dan akademisi muda sebagai aktor aktif dalam merancang masa depan kampus mereka sendiri.

Setelah melalui rangkaian proses penilaian yang ketat, mulai dari seleksi dokumen hingga sesi presentasi final, dewan juri menetapkan pemenang sebagai berikut:

PeringkatTimNilai Akhir
Juara ITim 02 (draw studioroom)88.106
Juara IITim 08 (Cakrawala UNS)79.844
Juara IIITim 06 (sudah sesuai konsep (belum))78.328

Lebih dari sekadar kompetisi, lomba ini merupakan ruang produksi gagasan. Ide-ide terbaik yang lahir dari proses perancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi dan bahan kajian nyata dalam penyusunan kebijakan pengembangan kampus UNS ke depan. Pada akhirnya, kampus berkelanjutan tidak dapat didefinisikan semata dari ketersediaan ruang terbuka hijau atau sistem energi terbarukan yang terpasang. Kampus yang benar-benar berkelanjutan adalah kampus yang desain dan tata kelolanya mampu membentuk budaya dan perilaku penggunanya secara organik, mendorong sivitas akademika untuk secara konsisten bertindak lebih bertanggung jawab, baik terhadap sesama maupun terhadap lingkungan yang mereka huni bersama.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru