Surakarta, Kamis (9/04/2026) – Universitas Sebelas Maret terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui peran aktif dalam pendampingan pengelolaan sampah dari hulu di Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata kampus dalam mendukung program kampus berdampak sekaligus pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Melalui Tim Green Campus Universitas Sebelas Maret, UNS berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta dalam membahas strategi pengelolaan sampah dari sumber. Kolaborasi ini mengemuka dalam pertemuan yang dilaksanakan pada Kamis (9/4) di Ruang Sidang IV Lantai 1 Gedung dr. Prakosa, Kantor Pusat UNS. Pertemuan tersebut secara khusus membahas penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu, meliputi pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai krusial untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan meningkatkan efektivitas sistem pengelolaan sampah kota secara keseluruhan.
Prof. Irwan Trinugroho, M.Sc, Ph.D (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, Internasionalisasi, dan Informasi), menegaskan bahwa keterlibatan UNS dalam pendampingan ini merupakan bagian dari peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. UNS tidak hanya berfokus pada pengelolaan internal kampus, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendukung pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya peningkatan kinerja keberlanjutan kampus dalam penilaian UI GreenMetric World University Rankings, khususnya pada aspek pengelolaan limbah dan keterlibatan institusi dalam isu lingkungan di tingkat lokal. Dari sisi SDGs, pendampingan ini berkontribusi langsung pada SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan sistem pengelolaan sampah dari sumber. Selain itu, juga mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan menekan emisi gas rumah kaca dari limbah dan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pencegahan pencemaran lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai akademisi dan tenaga ahli UNS di bidang lingkungan, teknik, dan perencanaan wilayah. Keilmuan yang dimiliki diharapkan mampu memberikan rekomendasi berbasis riset yang aplikatif bagi Pemerintah Kota Surakarta, sekaligus menjadi referensi dalam rencana pengembangan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di lingkungan kampus. Melalui pendampingan ini, UNS berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah Kota Surakarta yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi dalam penyelesaian isu lingkungan di berbagai daerah sekaligus memperkuat implementasi konsep Green Campus di UNS.