Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta merayakan usia emasnya yang ke-50 pada 11 Maret 2026. Perayaan setengah abad ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen penting untuk meninjau kembali berbagai prestasi sekaligus mempertegas komitmen UNS dalam menjadi lembaga pendidikan yang unggul, inovatif, dan berdampak di tingkat global.
Pada hari Selasa (10/11/2026) telah dilaksanakan Upacara untuk memperingati Dies Natalis ke-50. Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menyampaikan, untuk tema Dies Natalis ke-50 ini yaitu “Lima Dasawarsa Berbakti Kepada Negeri, Fondasi untuk Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan”. Tema ini menggambarkan UNS yang sedang merayakan masa keemasannya dengan cara menatap jauh ke depan. UNS ingin membuktikan bahwa usia 50 tahun adalah titik tolak untuk bergerak lebih cepat (akselerasi), menghasilkan karya yang lebih nyata (berdampak), dan tetap menjaga kelestarian nilai serta lingkungan (berkelanjutan). Berbagai kegiatan mulai dari ziarah, penanaman pohon, hingga upacara puncak dan pameran inovasi mahasiswa akan diselenggarakan dari bulan Februari hingga Juli 2026.
Pada hari Rabu (11/11/2026) telah digelar Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis Ke-50. Dalam acara ini diberikan penghargaan dan tanda jasa Parasamya Anugraha Widyatama Taru Tirta Bawana kepada Prof. Emil Salim. Beliau merupakan tokoh legendaris, tokoh 3 jaman, tauladan dan inspirasi pelestarian lingkungan di Indonesia. Prof. Emil Salim pada tahun 1994 bersama kolega mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) sebuah organisasi non pemerintah yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup. Beliau aktif berbicara di forum Internasional, memperoleh berbagai penghargaan dan senantiasa mengajak generasi muda dan masyarakat global untuk terus menjaga keberlanjutan bumi rumah Bersama seluruh makhluk hidup. Prof. Emil Salim mengingatkan kita bahwa umur hanyalah angka. Jangan berhenti berfikir hingga liang lahat menjadi filosofi hidup yang membawa beliau tetap aktif dan inspiratif hingga saat ini. Dedikasi dan semangat beliau dalam menjaga lingkungan menjadi teladan nyata bahwa pengabdian tidak mengenal batas usia.