Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Solusi Limbah Domestik di Desa Tepas

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 98 melaksanakan workshop inovatif pemanfaatan minyak jelantah sebagai solusi limbah rumah tangga di Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, pada Senin (26/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak jelantah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga, dengan melibatkan anggota PKK setempat sebagai peserta workshop.

workshop ini merupakan bagian dari kegiatan KKN UNS periode Januari–Februari 2026 yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Elwas Berdha Krismona, M.Pd. Minyak jelantah yang selama ini tidak dimanfaatkan dan cenderung dibuang ke saluran air berpotensi mencemari lingkungan serta menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan apabila tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang lebih aman dan berdaya guna.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak lingkungan dari pembuangan minyak jelantah, dilanjutkan dengan penjelasan tahapan pra-pengolahan minyak sebelum digunakan sebagai bahan baku. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan sabun cuci piring dan lilin aromaterapi dengan pendampingan mahasiswa KKN. Seluruh proses dilakukan menggunakan alat dan bahan yang mudah diperoleh sehingga dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

Selain sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, program ini juga mendukung penguatan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan, SDGs poin 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan membuka peluang usaha kreatif berbasis rumah tangga, serta SDGs poin 13 (Climate Action) melalui upaya pengurangan pencemaran lingkungan.

Dosen Pembimbing Lapangan, Elwas Berdha Krismona, M.Pd, menyampaikan bahwa “kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. “Program ini tidak hanya mengedukasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta melihat limbah sebagai peluang yang bernilai guna,” ujarnya.

Kegiatan ini turut memperoleh respon positif dari Pemerintah Desa Tepas, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UNS karena dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan manfaat secara langsung. Antusiasme peserta tercermin dari keaktifan anggota PKK selama pelaksanaan pelatihan dan diskusi berlangsung.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan minyak jelantah serta memahami tahapan pembuatan sabun cuci piring dan lilin aromaterapi secara sederhana sebagai bentuk pemanfaatan limbah. Peserta juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan, mulai dari persiapan bahan hingga pengemasan produk. Produk yang dihasilkan kemudian dibagikan kepada peserta sebagai contoh yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga, sekaligus sebagai upaya mengurangi pembuangan minyak jelantah ke saluran air yang berpotensi mencemari lingkungan.

Dengan adanya kegiatan workshop ini, mahasiswa KKN UNS diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mendorong pemanfaatan minyak jelantah sebagai produk yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru