Sumbang saran para pakar lingkungan untuk rencana pembangunan Pusat Pengembangan Pengelolaan Sampah UNS

Universitas Sebelas Maret (UNS) pada hari Kamis, 1 Oktober 2026 menyelenggarakan Workshop Ekosistem Pengelolaan Sampah Terpadu di lingkungan UNS sebagai langkah untuk memperkuat pengelolaan sampah kampus yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menghadirkan pimpinan lembaga dan unit kerja di lingkungan UNS, bank mitra, serta peneliti yang menaruh perhatian pada pengelolaan sampah.

Rektor UNS hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka workshop. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur kampus dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara konsisten. Pengelolaan sampah, dalam konteks perguruan tinggi, memerlukan dukungan kebijakan, perencanaan fasilitas, perubahan perilaku, serta kerja sama antarpihak. Workshop yang dihadiri sekitar 100 orang ini menjadi ruang untuk menyatukan pandangan, menjaring berbagai masukan dan membahas langkah pengembangan ekosistem pengelolaan sampah di UNS.

Kehadiran pimpinan lembaga dan unit kerja UNS serta para pakar/pemerhati lingkungan menunjukkan komitmen yang baik sekaligus dibutuhkannya koordinasi lintas sektor. Setiap unit memiliki peran dalam mendukung pengurangan dan penanganan sampah, mulai dari pembentukan kebiasaan di lingkungan kerja dan kegiatan akademik hingga pemanfaatan fasilitas yang tersedia. Bank mitra dan peneliti turut hadir untuk memperkaya pembahasan dengan perspektif kolaborasi dan kajian pengelolaan sampah.

Workshop menghadirkan tiga pemateri yang membahas aspek kelembagaan, perencanaan fisik, dan regulasi. Ketiga materi tersebut dirancang untuk memberi gambaran menyeluruh mengenai pengembangan Pusat Pengembangan Pengelolaan Sampah (P3S) UNS serta arah tata kelola sampah di lingkungan universitas.

Pemateri pertama, Prof. Dr. Ir. Margaretha Maria Alacoque Retno Rosariastuti, M.Si., menyampaikan materi mengenai “Pengelolaan Sampah Kampus UNS Melalui Pusat Pengembangan Pengelolaan Sampah (P3S) UNS.” Paparan ini mengangkat gagasan P3S sebagai pusat yang dapat mendukung pengelolaan sampah kampus secara terarah. Keberadaan pusat tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kegiatan pengelolaan sampah, mendorong keterlibatan warga kampus, dan memperkuat pengembangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan UNS.

Pembahasan mengenai P3S juga membuka ruang untuk melihat pengelolaan sampah sebagai rangkaian proses yang saling berkaitan. Upaya di kampus tidak hanya menyangkut penanganan sampah setelah dihasilkan, tetapi juga memerlukan perhatian terhadap kebiasaan, koordinasi, dan alur pengelolaan. Dengan pendekatan yang terintegrasi, P3S dapat menjadi salah satu simpul pengembangan ekosistem yang menghubungkan kebijakan, fasilitas, kegiatan operasional, dan edukasi.

Pemateri kedua, Prof. Dr. Ir. Murtanti Jani Rahayu, S.T., M.T., memaparkan “Rencana Desain Fisik P3S (Pusat Pengembangan Pengelolaan Sampah) UNS.” Materi ini berfokus pada perencanaan fisik pusat pengelolaan sampah. Desain fisik menjadi unsur penting karena perlu mendukung fungsi dan alur kegiatan P3S, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan pengelolaan di lingkungan kampus. Perencanaan yang matang dapat membantu memastikan fasilitas yang dikembangkan selaras dengan tujuan dan mekanisme kerja pusat tersebut.

Paparan desain fisik melengkapi pembahasan kelembagaan dengan memberikan perhatian pada aspek ruang dan sarana. Kesesuaian antara rencana fasilitas dan proses pengelolaan menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam membangun sistem yang dapat beroperasi dengan baik. Melalui materi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai peran perencanaan fisik dalam mendukung gagasan pengembangan P3S UNS.

Pemateri ketiga, Prof. Dr. Dewi Kusuma Wardani, M.Si., membahas “Draft Peraturan Rektor tentang Pengelolaan Sampah di UNS.” Materi tersebut menyoroti pentingnya kerangka regulasi sebagai landasan dalam menyelenggarakan pengelolaan sampah di lingkungan universitas. Draft peraturan rektor menjadi salah satu instrumen yang dapat memberikan arah dan acuan bagi unit kerja serta warga kampus dalam menjalankan peran masing-masing.

Pembahasan regulasi juga berkaitan dengan upaya membangun tata kelola yang jelas dan dapat diterapkan. Pengaturan yang disusun perlu mendukung koordinasi, pembagian peran, dan keberlangsungan program pengelolaan sampah. Dengan demikian, kebijakan dapat menjadi penghubung antara komitmen institusi dan praktik sehari-hari di lingkungan kampus. Materi tersebut turut memberi ruang bagi peserta untuk mencermati rancangan kebijakan sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah UNS.

Rangkaian materi memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah terpadu memerlukan dukungan yang saling melengkapi. P3S dibahas dari sisi gagasan pengelolaan, rencana desain fisik, dan dasar regulasi. Ketiga aspek ini dapat menjadi pijakan untuk membangun koordinasi yang lebih terarah antara pimpinan, unit kerja, mitra, peneliti, dan warga kampus.

Keterlibatan bank mitra dan peneliti dalam workshop juga memperluas ruang kolaborasi. Pengembangan ekosistem pengelolaan sampah memerlukan pertukaran pengetahuan dan dukungan berbagai pihak agar perencanaan dapat mempertimbangkan kebutuhan serta pendekatan yang relevan. Forum ini memberi kesempatan bagi peserta untuk mengikuti pemaparan dari para pemateri dan memperkuat pemahaman bersama mengenai arah pengelolaan sampah di lingkungan UNS.

Melalui workshop ini, UNS mendorong pengembangan pengelolaan sampah yang menghubungkan kebijakan, fasilitas, dan partisipasi warga kampus. Hal ini terkait dengan pencapaian tujuan-tujuan SDG’s ke 12 yaitu terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dan SDG’s ke 17 karena kegiatan ini mendorong keterlibatan banyak pihak dalam pengelolaan sampah. Kehadiran Rektor dalam pembukaan menegaskan perhatian institusi terhadap isu tersebut, sementara kontribusi para pemateri memberi landasan pembahasan dari tiga sudut pandang yang berbeda. Keterlibatan pimpinan lembaga dan unit kerja, bank mitra, serta peneliti diharapkan mendukung koordinasi dalam pengembangan ekosistem pengelolaan sampah terpadu. Kegiatan P2M terkait pengelolaan lingkungan sangat banyak dilakukan para peneliti UNS antara lain yang terkait dengan pengelolaan smapah adalah pengembangan peralatan pengelolaan sampah menjadi energi yaitu peralatan pirolisis yang mengubah sampah plastic menjadi BBM.   

Workshop Ekosistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Lingkungan UNS menjadi forum untuk menyampaikan gagasan dan membahas unsur-unsur penting dalam pengembangan P3S. Melalui pembahasan kelembagaan, desain fisik, dan draft peraturan rektor, UNS menempatkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang lebih tertata dan berkelanjutan. Langkah selanjutnya dapat diarahkan pada pematangan perencanaan serta penguatan kerja sama agar pengembangan ekosistem tersebut dapat berjalan sesuai kebutuhan universitas.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru