2014 : Transportation

“Konsep Green Transportation/ Transportasi Hijau”

adalah konsep yang digunakan agar moda transportasi bisa lebih ramah lingkungan. Transportasi Hijau merupakan pendekatan yang digunakan untuk menciptakan transportasi yang sedikit atau tidak menghasilkan gas rumah kaca.  Pendapat banyak pakar lingkungan, gas rumah kaca merupakan salah satu penyebab global warming selama ini, sedangkan gas rumah kaca yang berasal dari transportasi berada pada kisaran (15-20) % dan akan terus meningkat apabila tidak dikendalikan.

Kebijakan transportasi untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor yang digunakan dalam kampus, dan kebijakan untuk mengurangi lahan/area parkir di kampus diharapkan akan mendorong civitas akademika akan beralih ke penggunaan bus, penggunaan sepeda atau berjalan kaki dalam beraktitas di lingkungan kampus. Penggunaan bus kampus dan sepeda akan mendorong lingkungan yang lebih sehat. Kebijakan penyediaan jalur pejalan kaki (pedestrian) yang aman dan nyaman akan mendorong civitas akademika kampus untuk beraktivitas dengan  berjalan kaki di lingkungan kampus, dan akhirnya akan berpengaruh untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Penggunaan transportasi bus kampus, sepeda maupun berjalan kaki akan mengurangi emisi karbon di lingkungan kampus.

a. Kebijakan Perencanaan Transportasi Yang Membatasi Jumlah Penggunaan  Kendaraan Bermotor

Kondisi kampus Universitas Sebelas Maret secara topografi adalah berbukit-bukit dengan kondisi suhu rata-rata 30°C dan kelembaban udara yang tinggi (sekitar 75%) menjadikan berjalan kaki atau bersepeda bukanlah pilihan jika masih diperkenankan untuk menggunakan fasilitas kendaraan bermotor pribadi. Data  mobilitas yang terjadi di lingkungan kampus UNS hasil survei Bulan Agustus 2014 memperlihatkan penurunan pengguna kendaraan bermotor (mobil dan sepeda motor) dibandingkan data hasil survei di Bulan Mei 2013. Penurunan sebesar 10,98% terjadi pada pengguna sepeda motor di lingkungan kampus, sedangkan pengguna mobil terjadi penurunan sebesar  3,81%. Untuk pengguna sepeda angin di tahun 2014 hasil survei memperlihatkan peningkatan sebesar 0,84% dibandingkan data pada tahun 2013. Penurunan pengguna kendaraan bermotor dan peningkatan pengguna sepeda angin tersebut tidak lepas dari penerapan program-program green campus yang telah dilaksanakan secara lebih intensif sejak 2013.

Perhatian khusus diperlukan oleh pihak UNS dalam rangka mewujudkan green transportation, terutama dalam pengurangan penggunaan moda transportasi bermotor pribadi di lingkungan kampus.  Pengurangan penggunaan kendaraan bermotor tidak semerta berupa pelarangan tetapi harus mampu menyediakan fasilitas moda transportasi yang layak, nyaman dan aman untuk civitas akademi di lingkungan UNS.

Kampus Universitas Sebelas Maret telah berusaha membatasi jumlah penggunaan kendaraan  bermotor di kampus dengan pengadaan bus kampus, penggunaan sepeda angin di beberapa lingkungan jurusan tertentu (Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik), pembatasan penggunaan lahan parkir yang diatur dengan Manajemen Parkir ICT (Information and Communication Technology)    yang telah dimulai di lingkungan Fakultas Teknik, penggunaan fasilitas sepeda listrik bagi tenaga keamanan (Satpam) yang bekerja di lingkungan kampus UNS dan peningkatan fasilitas pejalan kaki (pedestrian).

Pembatasan penggunaan lahan parkir dengan Manajemen Parkir ICT (Information and Communication Technology) telah dilakukan di lingkungan Fakultas Teknik. Sistem ICT ini diberlakukan berdasarkan Surat Edaran dari Dekan Fakultas Teknik, yang mewajibkan semua civitas akademika di lingkungan Fakultas Teknik (FT) untuk mencatatkan kendaraan yang dipergunakan untuk kegiatan akademis agar dapat menggunakan fasilitas parkir di lingkungan FT, dan sebagai hak tersebut akan diganti dengan smart card untuk parkir. Bagi civitas akademika yang tidak menggunakan kartu tersebut tidak dapat menggunakan fasilitas parkir yang tersedia. Kondisi ini secara tidak langsung hal ini akan mengurangi penggunaan lahan parkir dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di lingkungan kampus, karena hanya kendaraan yang terdaftar yang akan diperbolehkan masuk di lingkungan FT dan menggunakan fasilitas parkir yang ada.

UNS juga membatasi penggunaan kendaraan bermotor di lingkungan kampus dengan mengoperasionalkan 10 (Sepuluh) sepeda motor listrik khusus untuk kegiatan satuan pengamanan (Satpam). Tugas Satpam dalam menjaga keamanan di wilayah UNS yang berbukit-bukit yang sebelumnya menggunakan fasilitas sepeda motor, telah dikurangi dengan pengoperasionalan sepeda motor listrik. Penggunaan sepeda motor listrik ini secara langsung akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mengurangi jumlah emisi gas buang CO di lingkungan kampus UNS.

Rencana UNS dalam pembatasan penggunaan kendaraan bermotor diarahkan pada:

  1. Perencanaan penyediaan fasilitas umum pedestrian, sepeda dan bus kampus yang memudahkan untuk di akses secara aman dan nyaman pengguna di lingkungan kampus;
  2. Perencanaan infrastruktur jalan, yang memperhatikan konsep transportasi ramah lingkungan, seperti kemudahan mobilitas bus kampus, keamanan dan kenyamanan pengguna sepeda dan pejalan kaki (pedestrian)
  3. Kebijakan penggunaan/operasional bus kampus
  4.  Kebijakan pengaturan penggunaan lahan parkir dengan sistem ICT
  5. Kebijakan penggunaan sepeda listrik bagi tenaga keamanan (Satpam) dalam menjalankan tugas di lingkungan kampus UNS.

Aktivitas Civitas Akademika di Pedestrian Kampus UNS 


Penggunaan Sepeda Listrik oleh Satpam UNS

Implementasi ICT (Information and Communication Technology) dalam Manajemen Parkir Fakultas Teknik

Penggunaan sepeda angin oleh civitas akademika UNS

b. Penggunaan Bus Kampus

Bus kampus telah dioperasionalkan oleh UNS sejak tahun 2011 pilihan moda yang direkomendasikan sebagai salah satu moda tranportasi hijau di dalam kampus karena mempunyai kapasitas angkut relatif besar dibandingkan dengan motor maupun mobil pribadi, sehingga dapat mengurangi kemacetan lalu lintas, mengurangi emisi gas buang dan dampak kebisingan jika diakumulasikan dengan penggunaan motor maupun mobil pribadi. Para civitas akademika UNS dapat menggunakan fasilitas bis kampus ini dengan tanpa dipungut biaya (gratis).

Penggunaan bus kampus juga akan mengurangi pemakaian energi transportasi dunia yang masih tergantung menggunakan bahan bakar minyak dari fosil yang keberadaannya semakin sedikit. Kapasitas angkut yang relatif besar jika dibandingkangkan dengan motor atau mobil pribadi, dalam penggunaan bahan bakar minyak fosil akan lebih sedikit, sehingga secara akumulasi bisa mengurangi penggunaan bahan bakar tersebut.

Penggunaan bus kampus sebagai moda transportasi umum dalam kampus akan mengefisienkan penggunaan lahan di kampus, karena akan mengurangi lahan kampus yang digunakan untuk areal parkir motor maupun mobil pribadi, dan mengurangi infrastruktur jalan yang digunakan untuk motor dan mobil pribadi. Pengalihan penggunaan motor dan mobil pribadi ke transportasi bus kampus, secara bertahap akan dapat mengurangi lahan parkir untuk motor dan mobil pribadi yang sudah ada dan tidak memikirkan lagi pengembangan lahan parkir lagi. Hal ini berdampak pada kondisi mempertahankan luas Ruang Terbuka Hijau sekitar 30 % dari luas lahan kampus yang disyaratkan sebagai kriteria green campus

Pengoperasian 2 bus kampus dengan jalur yang berbeda, yaitu jalur barat: dengan rute diawali dengan pintu gerbang selatan  depan kampus UNS Kentingan menuju arah utara ke kantor rektorat , belok kearah Barat yang meliputi KPRI, UPT P2B, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, serta bisa juga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan jurusan Pendidikan IPA, menuju pintu gerbang utara, medical center, UPT Perpustakaan, dan Kopma UNS, kembali ke pintu gerbang selatan lagi. Satunya lagi adalah jalur timur: dengan rute pintu gerbang selatan depan kampus UNS Kentingan  menuju kanan kantor rektorat, kemudian Fakultas Pertanian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UPT Laboratorium, UPT Puskom, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, menuju pintu gerbang utara, medical center, fakultas kedokteran, UPT Puskom, UPT laboratorium, F MIPA, F Pertanian, kembali ke pintu gerbang selatan lagi. Pembagian rute ini bertujuan  untuk memudahkan aksesibilitas dan mobilitas pengguna dalam menjangkau fakultas atau unit kerja, serta fasilitas umum yang berada di kampus UNS ini. (lihat Lampiran Peta Rute Bus Kampus )

English Version

Scroll to Top