2014: Energy and Climate Change

“Bagaimana Kampus UNS meminimalkan penggunaan energi listrik dan air condition, menginisiasi penggunaan biodiesel energy dan energi terbarukan dan menerapkan konsep Green Building untuk bangunan-bangunan baru”

A. Inisiasi penggunaan Biodisel energy

Jurusan Teknik Mesin Fakultas teknik UNS mempunyai Laboratorium Bio fuel untuk mengembangkan salah satu bentuk  energy alternatif . Salah satu hasil pengembangan energy alternatif berupa pengembangan bahan bakar pengganti minyak tanah

Gambar 1 Pusat Laboratorium Biofuel FT.UNS

Gambar 2 Kegiatan pengembangan Biofuel di Laboratorium Biofuel FT-UNS

Gambar 3 Proses pengeringan Bahan baku 

Gambar 4 Pengembangan bahan bakar pengganti minyak tanah

 

B. Energy Terbarukan

Pimpinan tertinggi di Lingkungan Universitas Sebelas Maret melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor 578/J27/SK/2004 tanggal 23 September 2004 tentang Pedoman Penataan dan Pemanfaatan Lahan Serta Bangunan Kampus Universitas Sebelas Maret telahmencanagkan tentang penggunaan energi terbarukan.

Energi terbarukan juga menjadi unggulan riset di fakultas Teknik dan termasuk di dalam riset unggulan UNS yang tercantum dalam Rencana Induk Penelitian (RIP) UNS

Gambar 5 Pusat Laboratorium Mobil Listrik nasional (Molina)FT-UNS

 

Gambar 6 Kegiatan Pengembangan Mobil Listrik Nasional

Gambar 7 Laboratorium Energi Terbarukan

 

C. Program Konservasi Energy

Lampu penerangan dalam bangunan pada umumnya menggunakan lampu neon biasa dan lampu hemat energy (SL) yang mempunyai tingkat efikasi yang cukup besar . Sudah diterapkan penggantian lampu yang mati menjadi lampu yang hemat energi

Program konservasi energy dapat dilanjutkan dengan pengembangan sistim audit energy secara internal.Audit energy dilakukan secara periodi per tahun di masing-masing unit kerja. Di Universitas Sebelas Maret sudah terbentuk tim audit energy tingkat universitas melalui Surat keputusan ini sebagai pengganti dari Surat Keputusan Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor 11A/H27/KP/2010 tanggal 04Januari 2010 dan Nomor 145A/H27/KP/2010 tanggal 26 Maret 2010. Tim Konservasi Energi bertugas sebagai berikut:

  1. Membantu Rektor dalam pembinaan dan pengawasan pelaksanaan konservasi energi di lingkungan Universitas Sebelas Maret
  2. Melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap pemakaian energi dari semua sumber daya dilingkungan Universitas Sebelas Maret yang selalu diarahkan pada upaya peningkatan efesiensi
  3. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak yang terkait dalam pelaksanaan konservasi energi dilingkungan Universitas Sebelas Maret
  4. Memberikan laporan tetulis secara berkala kepada pejabat terkait di Universitas Sebelas Maret dan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pada tgl 11-16 Agustus 2014, Fakultas Teknik bekerjasama dengan Kementerian ESDM mengadakan kegiatan audit energy. Kegiatan Audit Energi dilaksanakan  di gedung II dan III.

D.Green Building

Peraturan tentang Penerapan Green Building termuat di dalam SK tentang penataan dan pemanfaatan lahan di UN yaitu .Pedoman Penataan, Pemanfaatan Lahan dan Bangunan Universitas Sebelas Maret Tahun 2010. Pada pedoman ini terdapat beberapa point yang berhubungan dengan parameter green kampus tentang persyaratan minimal bangunan gedung di UNS,

  1. Gedung baru yang dibangun, memperhatikan aspek lingkungan, yakni adanya keseimbangan antara ketersediaan lahan dengan ruang terbuka hijau
  2. Kebijakan pembangunan gedung direncanakan sebagai bangunan hemat energi, hemat listrik dan memiliki pencahayaan cukup
  3. Bangunan gedung baru harus dibuat dengan jumlah lantai lebih besar atau sama dengan 4 lantai
  4. Bangunan gedung baru harus menyertakan fasilitas parkir untuk roda 4 dan roda 2 dan menjadi satu kesatuan dengan bangunan induknya
  5. Setiap pembangunan yang menutup lahan terbuka seluas 100m2 diwajibkan membuat 1 sumur resapan untuk menampung air di lahan yang dikemudian hari tertutup bangunan

Pada tahun 2013 semua bangunan baru di UNS akan dirancang menggunakan konsep green building, sehingga aspek daur ulang air untuk keperluan flushing WC atau untuk penyiraman akan dilakukan. Pembangunan gedung RS Pendidikan UNS sejak awal sudah mengadopsi konsep green building. Gedung Pascasarjana sebagian prosesnya sudah mengacu [pada regulasi dalam greenbuilding yang ditetapkan  oleh Green Building Council Indonesia yaitu untuk kontrol pengunaan air dan listrik

E. Upaya penurunan suhu lingkungan

Dari gambar di atas terlihat bahwa di setiap fakultas sudah mengaplikasikan berbagai jenis tanaman lokal seperti: mahoni, angsana, jati, akasia, kerai payung, ketapang dan lain-lain. Ke depan, penanaman berbagai jenis tanaman lokal tersebut dapat ditingkatkan agar fungsi tanaman dalam menurunkan pemanasan lingkungan dengan lebih baik


 

Upaya penurunan suhu lingkungan

Dari gambar di atas terlihat bahwa di setiap fakultas sudah mengaplikasikan berbagai jenis tanaman lokal seperti: mahoni, angsana, jati, akasia, kerai payung, ketapang dan lain-lain. Ke depan, penanaman berbagai jenis tanaman lokal tersebut dapat ditingkatkan agar fungsi tanaman dalam menurunkan pemanasan lingkungan dengan lebih baik

Untuk Program pengembangan kedepan  yang diusulkan adalah sebagai berikut,

  1. Audit energi secara lebih rutin, Dalam kegiatan ini, berdasarkan basis data yang didapatkan saat ini (borang) dibuat satu program aksi untuk melakukan penghematan energi untuk setiap gedung dan sistem M/E yang digunakan, dari audit energi akan bisa diketahui penyebab kebocoran energi dan peluang untuk menguranginya
  2. Pemakaian ICT, untuk memantau pemakaian energi per satuan waktu tertentu dan untuk mengurangi pemakaian kertas dan tinta
  3. Pengembangan pemakaian sumber energi renewable, dalam hal ini dirasakan pemakaian energi surya merupakan pilihan yang reasonable
  4. Pengembangan perilaku hemat energi dikalangan civitas academica UNS, semisal melalui penyelenggaran lomba konservasi energi per unit kerja, meminimalisir penggunaan AC

 

English Version

Scroll to Top