Instruksi Rektor UNS Terkait Pelaksanaan Konservasi Air Bersih di Lingkungan Kampus

Sumber: Green Campus UNS, 2021

INSTRUKSI REKTOR UNS TERKAIT PELAKSANAAN KONSERVASI AIR BERSIH DI LINGKUNGAN KAMPUS

Dalam rangka pelaksanaan konservasi air bersih di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS), Rektor UNS memberikan beberapa instruksi kepada civitas akademika UNS terkait dengan kebijakan hingga pengelolaan air bersih secara lebih rinci. Instruksi tersebut tertuang dalam Instruksi Rektor Universitas Sebelas Maret Nomor 2 Tahun 2016 tentang Konservasi Air Bersih di Kampus Universitas Sebelas Maret dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya yaitu pada tanggal 2 Juni 2016.

 

Adapun di dalamnya terinci delapan instruksi dimana para civitas akademika UNS diimbau untuk mewujudkan kebijakan konservasi air bersih di lingkungan kampus UNS secara berkelanjutan. Kebijakan tersebut bisa dimulai dari pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkaitan dengan konservasi air bersih. Selanjutnya, civitas akademika UNS juga didorong untuk mengelola dan menggunakan sumberdaya air tanah secara efektif dan efisien serta menyediakan air bersih yang memadai untuk mendukung semua kegiatan belajar mengajar dengan mengembalikan dan memelihara sumber air tanah secara berkelanjutan di lingkungan UNS. Dalam kaitannya dengan upaya efisiensi pemanfaatan air bersih, diperlukan pula upaya untuk menghemat penggunaan air dengan memanfaatkan daur ulang air & air hujan untuk kebutuhan air bersih di lingkungan kampus UNS. Adapun upaya penghematan air yang telah dilakukan antara lain penggunaan kran otomatis, pemasangan stiker-stiker himbauan penghematan penggunaan air, pemakaian toilet eco-flush, serta pemanfataan kembali air bekas cuci tangan & wudhlu untuk menyiram tanaman. Di sisi lain, UNS juga telah mengembangkan upaya pengelolaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi melalui Smartwasser/UNSQUA yang dikembangkan oleh SPAM UNS. Adapun imbauan efisiensi pemanfaatan sumberdaya air yang lain diwujudkan pula dengan pemanenan air hujan melalui pembuatan penampung air hujan, biopori, dan sumur resapan. Hampir seluruh fakultas telah memiliki kolam penampung air hujan, lubang biopori, dan sumur resapan. Terkait halnya dengan limbah, pengelolaan dan pemantauan limbah domestik juga perlu dilakukan secara terpadu, terutama.limbah cair dari laboratorium. Beberapa fakultas seperti FKIP, FP, dan FMIPA telah melakukan pengelolaan limbah B3 melalui IPAL dan proses treatment lanjutan sebelum dialirkan ke danau.

 

Artikel selengkapnya dapat diakses melalui tautan:

https://greencampus.uns.ac.id/wp-content/uploads/2016/10/Instruksi-Rektor-2001.pdf

Scroll to Top