Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)

Universitas Sebelas Maret

2016

[K7617014] Ariska Tri Khusnawat


Hijau FKIP-ku nyaman study-ku

Hijau FKIP ku Nyaman Study ku
Go Green adalah gerakan penghijauan dengan cara menanam pohon sebanyak banyaknya yang merupakan aksi penyelamatan bumi yang saat ini sudah mengalami kerusakan dan pemanasan global akibat ulah manusia. 
Go Green juga merupakan  salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalarn menangani krisis lingkungan. 
Salah satu cara yang mendukung gerakan go green seperti menanam tanaman merambat. Tumbuhan merambat merupakan salah satu habitus tumbuhan. Sesuai dengan namanya, tumbuhan ini memerlukan tumbuhan lain (biasanya pohon) untuk meraih posisi terbaik dalam kompetisi mendapatkan cahaya matahari. Tumbuhan merambat tumbuh di dasar hutan sehingga hanya mendapatkan sedikit cahaya matahari. Karena batangnya lemah, ia mengembangkan beberapa organ khusus, seperti sulur, duri, atau akar udara untuk membantunya bertahan hidup dengan "menumpang" pada struktur lain yang lebih tinggi dan kuat. Tumbuhan merambat kebanyakan dapat menjadi tumbuhan menjalar apabila tidak mendapatkan penopang. Namun, ada sejumlah tumbuhan yang merambat obligat dan tidak mampu bertahan hidup lama apabila menjalar di permukaan tanah.
Beberapa jenis tumbuhan dapat tumbuh sebagai tumbuhan merambat sepanjang hidupnya, sedangkan beberapa hanya merambat pada waktu tertentu saja. Tumbuhan yang tidak mutlak sebagai tumbuhan merambat, misal Toxicodendron radicans akan membentuk semak ketika tegakkan untuk merambat tidak ada
Panjang rambatan menjadi penciri terjadinya pertumbuhan pada tumbuhan merambat. Tumbuhan merambat dapat merambat pada bebatuan, tumbuhan lain, maupun tegakkan lainnya untuk mendapatkan cahaya matahari. Sehingga pertumbuhan tumbuhan merambat relatif lebih cepat karena tidak menginvestasikan nutrisinya untuk membentuk batang yang keras. Sehingga beberapa tumbuhan merambat terkenal sebagai spesies invasif. Tumbuhan merambat juga mampu mengkolonisasi suatu area dengan cepat, terutama area yang miskin nutrisi seperti bebatuan.
Jenis-jenis tumbuhan merambat misalnya, melingkarkan batangnya di sekitar tegakkan, misal spesies tumbuhan dari genus Ipomoea. Dengan akar yang terbentuk pada ruas batang, misal spesies tumbuhan dari genus Hedera. Petiol yang mengikat tegakkan, misal spesies tumbuhan dari genus Clematis menggunakan tendril, yang dapat berupa ujung batang (Vitaceae), daun (Bignoniaceae), maupun bunga (Passiflora) yang termodifikasi khusus menggunakan tendril yang menghasilkan organ yang lengket sehingga menempel pada tegakkan (Parthenocissus) menggunakan duri atau struktur berbentuk pengait menyesuaikan bentuk batang dengan celah bebatuan atau batang pohon yang tersedia sambil merambat naik dan mengisi celah tersebut.  
Manfaat tanaman merambat adalah memperindah lingkungan kampus, memberikan kenyamanan, memberikan oksigen, untuk bahan penelitian, dan menambah kesejukan udara di sekitar kampus.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_merambat 
https://intsoftscape.wordpress.com/2010/02/14/ 
https://www.sehatcenter.com/berbagai-contoh-manfaat-tumbuhan-bagi-manusia/