Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)

Universitas Sebelas Maret

2016

[K3317012] Arika Anisa Sholihah


Mari Selamatkan Bumi

Membuat lingkungan hijau di kampus tak serta merta bisa dilakukan seperti membalikkan kedua telapak tangan. Perlu usaha keras yang dilakukan secara kontinu dan konsisten agar dapat mewujudkannya. Banyak cara yang orang lakukan untuk menjadikan lingkungannya asri dan indah bak taman surga, antara lain dengan menanam banyak bunga di halaman rumah, membuat taman, bahkan biotop. Semua itu dilakukan demi terciptanya atmosfer kesejukan dan kerindangan suatu tempat, entah itu sebuah rumah hingga alun-alun kota. Tak hanya itu, isu pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan juga menjadi alasan mengapa orang-orang mulai menanam pohon atau bunga, dalam rangka menyerap asap pembuangan kendaraan bermotor dan mengonversikannya menjadi oksigen yang sangat penting bagi kehidupan segala makhluk hidup di muka bumi ini.
Besar biaya yang dikeluarkan pun bervariasi pada kegiatan penghijauan ini. Misalnya, anak-anak yang mencoba mengerjakan tugas dari gurunya untuk menanam tanaman di atas kapas hanya membutuhkan biaya sebesar kurang lebih Rp1000,00 sampai Rp2000,00, tidak seperti biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk mereboisasi hutan gundul yang luasnya bisa sampai berhektar-hektar dengan biaya jutaan hingga milyaran rupiah. Harga ini pun menyesuaikan pula dengan metode yang digunakan oleh si penanam, misalnya jika seorang mahasiswa yang menanam dalam konsep pemanfaatan barang bekas akan mengeluarkan biaya yang lebih sedikit daripada seorang mahasiswa yang menanam dengan konsep hidroponik atau vertical garden yang memakai rak kayu mahal. Jenis tanaman dan perawatan juga memengaruhi besar biaya yang dikeluarkan si penanam.
Jika kita ingin menanam dengan biaya yang tidak begitu mahal, kita bisa menggunakan barang bekas yang tak terpakai seperti sepatu, botol minum air mineral, wadah mie cup, dan lainnya. Selain menghemat pengeluaran, juga mengurangi limbah sampah yang sulit terurai oleh alam. Kemudian, dengan menggunakan pupuk kandang atau kompos ketimbang dengan memakai pupuk urea atau NPK yang kurang aman bagi lingkungan.
Untuk dapat melakukan penanaman banyak namun tidak memakan banyak tempat, bisa menggunakan metode vertical garden namun dari bahan yang juga sudah tidak terpakai, kemudian diolah dengan sedikit kreativitas. Jika ingin bermaksud untuk mengurangi karbon dioksida yang mencemari udara, maka kita bisa menanam trembesi. Agar taman terlihat indah dan penuh warna, bisa dilakukan pengecatan pada pot bunga atau pun memberi batu hiasan taman seperti batu alam.
Setelah itu, agar tanaman kita senantiasa asri setiap hari, usahakan untuk merawat tanaman tersebut dengan telaten dan sepenuh hati. Pelajari juga perawatan (baik itu penyiraman maupun pemupukan) yang tepat untuk tanaman kita, karena berbeda tanaman, maka berbeda pula perawatannya. Jagalah tanaman kita agar selalu sehat dan baik, terhindar dari hama, gulma, serangga, dan penyakit tanaman seperti tungro dan Tobacco Mosaic Disease.
Terakhir, sebagai variasi tanaman atau taman yang kita miliki, kita bisa menanam tanaman obat atau konsumsi seperti sambung dara, pandan, jahe, cabai, dan lain sebagainya. 
Demikianlah saran yang dapat penulis berikan dalam rangka menghijaukan lingkungan tempat yang kita sayangi. Semoga dapat bermanfaat baik kepada penulis dan kepada para pembaca.