Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)

Universitas Sebelas Maret

2016

[H0916011, H0916012, H0916013, H0916014, H0916015] Asta, Atika, Aulia, Ayodya, Ayu


Menuju dan Mewujudkan "Green Campus UNS"

     
Kelompok : 3 
Program Studi / Fakultas : Ilmu dan Teknologi Pangan / Pertanian
Anggota    : 
1. Asta Prameisti P. (H0916011)
2. Atika Susilo P. (H0916012)
3. Aulia Ghina (H0916013)
4. Ayodya (H0916014)
5. Ayu Enich P.F (H0916015)

                                 
 Menuju dan mewujudkan “Green Campus UNS”

          Perubahan dan perkembangan lingkungan geografis maupun geologis di semua wilayah dunia terjadi begitu cepat. Laju pertambahan penduduk yang cepat mengakibatkan perubahan lingkungan fisik yang terjadi dengan sangat cepat juga. Hal itu terjadi baik di wilayaah pedesaan maupun perkotaan. Perubahan lingkungan fisik yang begitu cepat umumnya terjadi di lingkungan perkotaan. Lingkungan kampus perguruan tinggi atau universitas pun tak lepas dari dampak perubahan itu. Di sinilah menjadi begitu penting menciptakan lingkungan kampus yang hijau, lingkungan kampus yang segar, lingkungan kampus yang sehat dan lingkungan kampus yaneg terjaga ekosistem sosial maupun fisiknya. Harapan terciptanya lingkungan kampus yang ideal itulah yang lebih dikenal sebagai upaya mewujudkan Green Campus atau dalam istilah awam dikenal juga dengan istilah Kampus Hijau.
       Mengapa upaya menuju dan mewujudkan Green Campus UNS menjadi penting? Ada beberapa alasan yang bisa dijadikan dasar utama mewujudkan Kampus Hijau atau Green Kampus. Pertama, dengan areal kampus yang luas, maka diharapkan kampus yang hijau bisa menjadi paru-paru kota di suatu wilayah tempat dimana kampus itu berada. Sebagai paru-paru kota atau ruang terbuka hijau, maka kampus bisa menjadi percontohan bagi banyak pihak untuk meniru konsep kampus hijau. Syarat utama terciptanya kampus hijau adalah adanya konsep ideal atau perbandingan ideal berapa luasan lahan yang diperuntukkan untuk bangunan, dan berapa luasan lahan yang disediakan untuk tumbuh-tumbuhan yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi proses pencemaran udara. Sinergi antar pakar di kampus dengan melibatkan mahasiswa diyakini dapat mewujudkan kampus hijau yang ideal.
        Kampus hjau diyakini bisa terwujud karena didukung adanya komunitas dosen atau pakar yang ahli di bidangnya masing-masing. Kemudian didukung juga oleh kalangan mahasiswa yang jelas-jelas memiliki kemampuan berpikir cerdas untuk mewujudkan kampus hijau yang sehat dan nyaman sebagai sebuah tempat untuk proses belajar mengajar.
      Upaya menjadikan Green Campus UNS menjadi sangat penting karena pada umumnya program-program dan keberhasilan kampus akan menjadi rujukan bagi pihak-pihak lain yang ingin mencontoh hasil karya segenap civitas akademika UNS.  
      Lalu apa tantangan utama yang harus dihadapi dalam mewujudkan green campus? Pertama adalah ketersediaan lahan dan lebutuhan untuk menciptakan ruang belajar mengajar yang harus seimbang. Kedua adalah menanam, merawat dan menjaga tumbuh-tumbuhan yang mampu menetralkan CO2 dengan cukup baik dan menghasilkan O2 yang seimbang. Ketiga membangun kesadaran masyarakat kampus bahwa adanya  kampus hijau pada saat ini mutlak diperlukan sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka pada suatu kota/wilayah.
       Bagaimana dengan realita lingkungan Kampus UNS pada saat ini? Jika diamati secara langsung, UNS sebagai kampus hijau sudah cukup ideal. Hanya saja sepertinya perlu ditambah dengan pohon trembesi yang dianggap mampu menyerap CO2 dengan cukup baik dan menghasilkan oksigen cukup banyak. Walaupun begitu, kiranya untuk lingkungan kampus hijau saat ini, sepertinya Green Campus UNS adalah yang terbaik keberadaannya di wilayah Kota Solo dan sekitarnya. “Green Campus UNS....go...go...go...!!!!!”      

Menampilkan Video Green Campus UNS

Menampilkan Sticker/ Poster Green Campus UNS