Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)

Universitas Sebelas Maret

2016

[B0416017] DITA OKTAVIANI PUSPA NINGRUM


KOMPOS DARI SAMPAH DAUN KERING

Sebelum kita membahas tentang green campus, sebenarnya apa sih go green itu ? Go Green merupakan upaya penyelamatan bumi yang saat ini sudah mengalami kerusakan baik dari pemanasan global maupun karena ulah manusia sendiri. Kegiatan go green sering disebut sebagai penghijauan. Jadi, yang dimaksud dengan green campus adalah kegiatan penghijauan yang dilakukan di area kampus. Green kampus kali ini akan membahas tentang sampah daun kering. Seperti yang kita ketahui bahwa UNS merupakan salah satu universitas di Indonesi yang terkenal dengan lingkungannya yang hijau. Banyak pohon-pohon yang besar, maka tidak heran apabila banyak sampah-sampah daun, ranting-ranting pohon dsb, yang berserakan di sekitar UNS. Karena banyaknya sampah-sampah daun, menyebabkan nilai estetikanya menjadi berkurang. Oleh karena itu kami akan membahas beberapa cara mengolah sampah daun kering. Sebelum kita membahas tentang pengolahan sampah, apa sih sampah itu ? Sampah merupakan material atau bahan sisa baik dari hewan, manusia dan tumbuhan yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Berdasarkan asalnya, sampah dibedakan menjadi 2: 1.Sampah organik Sampah yang berasal dari bahan alami dan mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering dll 2.Sampah anorganik Sampah yang berasal dari bahan non alami dan tidak mudah membusuk, seperti plastik, kaleng, kertas, botol minuman dll. Pengolahan sampah adalah kegiatan pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, daur ulang atau pembuangan dari material sampah. Biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau estetika. Prinsip pengolahan sampah : 1.Mengurangi (Reduce) Meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan sehingga sampah akan berkurang. 2.Menggunakan kembali (Reuse) Pilih barang-barang yang bisa dipakai kembali, hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai. 3. Mendaur ulang (Recycle) Upaya untuk mendaur ulang sampah-sampah yang ada. 4. Mengganti (Replace) Mengganti barang-barang yang bisa merusak lingkungan dengan barang-barang yang lebih ramah lingkungan. Daun kering merupakan jenis sampah organik. Ada beberapa cara untuk menangani sampah daun kering. Salah satu caranya adalah dengan membakarnya, tapi cara ini berdampak pada pemanasan global (global warming).Cara yang kedua yaitu dengan menggalakkan kegiatan bhakti kampus yang dilakukan dimasing-masing fakultas. Kegiatan ini bisa dilakukan setiap sebulan sekali. Nanti sampah-sampah dari bhakti kampus dipisahkan antara sampah organik ddan sampah anorganik. Nah, sampah-sampah organik misalnya daun kering, bisa dijadikan menjadi kompos. Materi sampah organik seperti residu tanaman, sampah makanan, atau yang lainnya bisa diolah menggunakan proses biologis menjadi kompos atau pengomposan. Hasilnya kompos yang bisa digunakan untuk pupuk dan gas metana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik. Berikut akan dijelaskan tentang pembuatan Kompos Aktif Ekspres. Pembuatan Kompos Aktif Ekspres ini dibantu dengan formula mikroba yang mempercepat proses perombakan dalam memacu kesuburan tanah dan tanaman secara alami yang disebut Dectro. Hasil kerja mikroorganisme ini mampu mempercepat proses dekomposisi limbah dan sampah organik, mempercepat pelepasan unsur hara, meningkatkan tersedianya nutrisi tanaman dan mampu menekan aktivitas mikroorganisme yang merugikan. Mikroorganisme yang terjkandung dalam Dectro adalah lactobacillus sp, actynomicetes sp, sheptomycetes sp, rhizobium sp, acebacter sp, mould dan yeast. Proses Pembuatan Kompos Aktif Ekspres Bahan: 1. Daun kering, sekam atau bahan organik apa saja yang dapat difermentasi (20 bagian) 2. Kompos yang sudah jadi (20 bagian) 3. Dedak (1 bagian) 4. Dectro, disesuaikan dengan dosis (5 sendok makan) 5. Air disesuaikan dengan dosis (20 liter) 6. Siapkan alas untuk menaruh tumpukan campuran bahan Cara pembuatan : a.Cacah atau giling bahan baku kompos (daun kering, sekam dll) hingga cukup halus, lalu campurkan dengan dedak dan kompos yang sudah jadi. b Larutkan Dectro ke dalam air. c.Siramkan secara merata larutan Dectro ke dalam campuran bahan baku sampai kandungan air mencapai 45-50%. d.Tumpuk campuran bahan baku tersebut diatas ubin yang kering atau alas dengan ketinggian 30-35 cm kemudian tutup dengan karung goni. e.Pertahankan temperatur 40-60 0C. f. Setelah 24 jam, kompos aktif ekspres selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik. SELESAI. Indentitas : FIB_S1 ILMU SEJARAH_KELOMPOK 4_DITA.ELIS.FARAH.FAUZAN.FIZI_POSTER KELOMPOK 4 : ILMU SEJARAH 1. DITA OKTAVIANI PUSPA NINGRUM (B0416017) 2. ELIS ROSITA DEWI (B0416018) 3. FARAH MEGA PRATIWI (B0416019) 4. FAUZAN ABDULAH MUNIB (B0416020) 5. FIZILLIA ILYIN (B0416021)

Menampilkan Video Green Campus UNS

Menampilkan Sticker/ Poster Green Campus UNS