PORTFOLIO
SEARCH
SHOP
  • Your Cart Is Empty!
Your address will show here +12 34 56 78
Publikasi

PPLH LPPM UNS, 9 OKTOBER 2015. Mulai beberapa tahun yang lalu UNS mengadakan kegiatan “Audit Energi” yang bertujuan untuk merekam penggunaan energi (listrik, AC) di setiap unit kerja selama periode satu tahun. Tahun ini kegiatan Audit Energi dimulai dengan sosialisasi Audit Energi pada tanggal 9 oktober 2015 mengundang Bidang II Fakultas dan wakil dari Unit Kerja. Narasumber yang sekaligus koordinator kegiatan Audit Energi adalah Prof. Muhammad Nizam dari Fakultas Teknik UNS.energy-1

Menurut Prof. M. Nizam, ke depannya UNS akan menerapkan audit energi untuk penggunaan listrik dan untuk penggunaan air.

Desk evaluation “Audit Energi” akan meliputi:
  1. Konsumsi listrik dalam kwh/unit/ bulan dalam satu tahun mulai Oktober 2014 sampai dengan September 2014
  2. Luasan bangunan (m2) yang menggunakan AC
  3. Konsumsi penggunaan alat-alat laboratorium beserta daya yang digunakan
  4. Jenis pencahayaan/lampu yang digunakan (% led; % lampu XL, % lampu TL)
  5. Okupansi ruang (% penggunaan ruang)
Audit Energi akan menyediakan hadiah untuk masing-masing pemenang yang berhasil melakukan penghematan energi sbb:
  1. JUARA I : Rp.5.000.000,00
  2. JUARA II : Rp. 3.000.000,00
  3. JUARA III : Rp. 2.000.000,00

Semoga kegiatan Audit Energi bisa efektif mendorong fakultas dan unit kerja untuk melakukan penghematan energi

energy-3

0

Pada tahun 2015 ini, Tim Pemeringkatan Green Campus melakukan penggalian data penerapan nilai-nilai green campus pada seluruh fakultas, unit dan pusat. Kegiatan monitoring green campus di lingkup Universitas Sebelas Maret Kentingan dilakukan secara periodik. Penggalian data dilaksanakan selama 2 minggu yaitu dimulai tanggal 18 agustus 2015 sampai dengan akhir agustus 2015. Kegiatan ini dilakukan secara paralel dengan kegiatan sosialisasi program green campus dalam bidang kebijakan ke senat seluruh fakultas. Kegiatan sosialisasi ini bermaksud menjaring masukan terhadap beberapa legal basis kebijakan berupa keputusan rektor yang akan disahkan dalam mendukung diterapkannya green campus di Universitas Sebelas Maret.

Tim green campus dibagi menjadi 2 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari:

  1. Dewi Handayani, Ir. Sumani, M,Si, Murtanti, S.T., M.T., Dr. Mulyanto, Dr. Al. Sentot Sudarwanto, S.H., M.Hum, Eko Rosyid N, S.Pd, MSc, Retno Utami Tri Saptiwi, S.Pd., Muhammad Firdaus, S.Pd.
  2. Rahning Utomowati, S.Si., M.Sc, Ir. Hari Yuliarso, Ir. B. Heru Santosa, M.App.Sc, Setya Nugraha, S.Si., M.Si. (FKIP), Candra Purnawan, M.Si, Dien Rusda Arini, S.P., Nugroho Andi Purnomo, S.Si., Ensina Sawor Dea P.

Pembagian menjadi 2 kelompok ini bertujuan agar kegiatan penggalian data tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Dibantu oleh staf PPLH yang bekerja tidak kenal lelah melengkapi data dan informasi yang diperoleh baik dalam bentuk data sekunder, data dalam bentuk dokumentasi foto dan video.

Adapun jadwal penggalian data ke pimpinan Fakultas adalah sebagai berikut:

Tabel jadwal

Berikut Hasil Dokumentasi Kunjungan Ke Fakultas

gambar 1-3gambar 4-6  gambar 7-8

Hasil dari Kunjungan Ke Fakultas terkait Kinerja Fakultas terkait Green Campus

hasil 1hasil 2

0

Publikasi

Tim Green Campus dari akhir bulan Agustus sd awal september melakukan kunjungan ke seluruh Senat fakultas di Lingkungan UNS. Tujuan kegiatan adalah disamping melakukan sosialisasi Draft Peraturan Perundangan terkait Green Campus dan mencari masukan, juga untuk me’maintreaming” kan Green Campus ke dalam semua aktivitas civitas akademika melalui kegiatan-kegiatan di tingkat Fakultas.

Roadshow 2

Ada 6 draft peraturan perundangan yang disosialisasikan adalah Draft Peraturan Rektor tentang sbb:

  • Program Pengurangan Penggunaan Kertas dan Plastik di Kampus Universitas Sebelas Maret
  • Dkonservasi Air Bersih di Kampus Universitas Sebelas Maret
  • Program Konservasi Energi di Kampus Universitas Sebelas Maret
  • Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Global di Kampus Universitas Sebelas Maret
  • Pengelolaan Sampah dan Limbah yang Mengandung Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Di Kampus Universitas Sebelas Maret
  • Transportasi Ramah Lingkungan di Kampus Universitas Sebelas Maret

Hasil dari pembahasan Draft Peraturan Rektor di Senat fakultas adalah secara garis besar bahwa senat Fakultas mendukung upaya-upaya menuju tercapainya Green Campus; perlunya ditindaklanjuti dengan sertifikasi ruang yang menerapkan Green Campus; Beberapa kebijakan Fakultas seperti “Fakultas Kedokteran Bebas Rokok” perlu ditindaklanjuti ke seluruh Universitas. Beberapa aspek perlu penjelasan yang lebih detil. Disamping itu dukungan pimpinan perlu terus-menerus didorong. (Tim Green Campus UNS, 2015)

0

Tanggal 17 September 2015 Tim Green Campus UNS kedatangan kunjungan balasan dari Tim Bangvasi UNNES (Badan Pengembangan Konservasi Universitas Negeri Semarang). Sebelumnya pada tanggal 3 Agustus 2015 Tim Green Campus UNS mengadakan kunjungan Study Banding ke UNNES. Kehadiran UNNES disambut oleh Bapak Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS dan Wakil Rektor IV, Dr. Widodo Muktiyo, M.Kom, tim Green Campus beserta pendukungnya.

1

Obyek dan pencapaian Green Campus UNS yang dikunjungi adalah sebagai berikut :

  1. MOLINA (Mobil Listrik Nasional FT UNS
  2. UNIT KOMPOSTING Fakultas Teknik
  3. ICT TRANSPORTASI Fakultas Teknik
  4. SPAM _ Sistem Pengolahan Air Minum UNS
  5. Perikanan ikan SIDAT – Fakultas MIPA UNS
2 3
0

Fakultas Teknik UNS mendapatkan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) tahun 2015 berupa SPAM (Sistem Pengolahan Air Minum) . Saat ini proses konstruksi sedang dilaksanakan dengan Pembangunan Water Reservoir Tower Setinggi 20 meter . Direncanakan Pompa menggunakan energi solar cell sehingga menghemat penggunaan energy listrik untuk kemudian dialirkan 50 titik dispenser air siap minum dan 100 titik water tap yang tersebar di jurusan dan unit kerja di lingkungan UNS.

Manfaat pembangunan SPAM ini adalah akan secara significant mengurangi limbah anorganik di lingkungan UNS dengan pengurangan sampah dari botol dan gelas air mineral. Civitas academika didorong untuk membawa thumber air minum yang tinggal diisi ulang melalui water dispenser siap minum. Water tap yang dibangun akan mendorong upaya penghematan penggunaan air di lingkungan kampus.

Rencana Lokasi Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM)Gambar a. Rencana lokasi Water Reservoir Tower setinggi 20 meter Gambar b. Rencana Pembangunan Kantor Pengelolala

pipaGambar. Pipa-pipa distribusi air minum

pengeboranGambar kegiatan pengeboran air

pembangunanGambar Rencana Pembangunan Kantor Pengelola SPAM

Daftar Distribusi Water Tap dan Dispenser SPAM KAMPUS UNS 2015

0

Publikasi

Dalam rangka melaksanakan kebijakan Universitas Sebelas Maret (UNS) menuju kampus ramah lingkungan, UNS telah dua kali mengikuti proses pemeringkatan kampus ramah lingkungan melalui UI Green Metric yaitu pada tahun 2013 dan 2014. Tahun ini, UNS kembali akan mengikuti proses pemeringkatan yang diadakan Universitas Indonesia itu. Terkait hal tersebut, Tim Pemeringkatan UNS akan mengadakan kunjungan ke seluruh fakultas untuk kepentingan updating borang pemeringkatan baik terkait dengan indikator UI Green Metric maupun yang relevan dengan kebijakan UNS. Untuk keperluan tersebut, pimpinan fakultas dimohon menunjuk bagian yang berwenang untuk mempersiapkan data dan informasi yang relevan dengan instrumen wawancara yang telah disiapkan oleh Tim Pemeringkatan UNS. Jadwal dan Instrumen Wawancara Kebutuhan Data terlampir di bawah ini.

Download Jadwal dan Instrumen Wawancara Kebutuhan Data

0

Publikasi
t

Pemandangan berbeda tampak di halaman kantor pusat dr. Prakosa Universitas Sebelas Maret (UNS) beberapa bulan terakhir. Tanah terlihat cokelat dan tidak tertutup rumput yang hijau seperti sebelumnya. Hanya tunas-tunas rumput muda yang terlihat. Beberapa menit sekali, pompa air yang berada di beberapa titik berputar menyirami halaman. Ya, halaman kantor Pusat dr. Prakosa sedang dibenahi dengan penggantian rumput baru.

“Kami sedang menggantinya dengan rumput zoysia. Sebelumnya rumput di halaman rektorat itu campur-campur tidak karuan. Dulu tidak dirawat, hanya halaman biasa,” ujar Rahayu yang mengepalai program pembenahan halaman kantor pusat ini. Rahayu menambahkan, selain rumput yang tidak homogen, tanah di halaman kantor pusat masih bercampur dengan batu-batu, kerikil, serta tidak rata. Selain itu halaman juga tidak memiliki saluran irigasi. Rahayu mendalami rumput selama menempuh program doktor di Universitas Dankook di Seoul, Korea Selatan dan zoysia merupakan salah satu hasil penelitiannya.

Keunggulan rumput zoysia yang dipilih sebagai rumput pengganti ialah rumpit tersebut tahan injak, rapat, kuat, dan memiliki warna impresif. Rahayu menuturkan umur rumput tersebut bisa bertahan selama 25 tahun lebih. Di musim kemarau jenis rumput zoysia tidak merepotkan karena hemat air dan hemat pupuk.

Untuk menata rumput baru yang kelak diharapkan mampu menjadi kebanggaan UNS ini, Rahayu membutuhkan 30 truk tanah. Tanah tersebut merupakan campuran pasir, debu, dan bahan organik lainnya untuk menutup galian 10 cm. Untuk pasir dan debu, Rahayu menggunakan sedimen dari sungai Bengawan Solo yang letaknya tidak jauh dari UNS.

“Targetnya, kita memiliki halaman rektorat yang mewah, sepeti lapangan sepak bola internasional. Kalau kita sudah memiliki alat, kita bisa membuat stripe, coloring warna rumput seperti di lapangan sepak bola Eropa,” harap Rahayu yang juga merupakan dosen di Fakultas Pertanian UNS. Rahayu memperkirakan, rumput zoysia yang ia tanam akan rapat akhir tahun ini. [](nana.red.uns.ac.id)

sumber: uns.ac.id
0

Publikasi

Dalam rangka kegiatan Optimalisasi Peran PSL dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Melalui Kajian Status Lingkungan Kampus Universitas Sebelas Maret Dalam Rangka Mendukung  Program Green City Kota Surakarta”, diselenggarakan workshop pada tanggal 24 Oktober 2013 jam 08.00 – 14.15 bertempat di Ruang Sidang II Kantor Rektorat UNS. Pembicara dalam workshop tersebut adalah: Asisten Deputi II Bidang Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Lingkungan Hidup RI, BLH Kota Surakarta, dan PPLH UNS.  Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dengan PPLH – LPPM UNS.

0

Publikasi

Hutan Pendidikan UNS. Surakarta. Sebagai wujud nyata implementasi green campus, Universitas Sebelas Maret (UNS) kembangkan hutan pendidikan. Hutan ini pun sekaligus menjadi dukungan UNS terhadap gerakan menanam 1 milyar pohon oleh pemerintah.

Hutan seluas lebih dari 40 hektar itu tersebar di beberapa daerah, di antaranya: 23 hektar di Wonoeemar, Boyolali; 10 hektar di Wonogiri, dan 7,5 hektar di Karanganyar. “Yang di Wonogiri sudah kita bicarakan dengan Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS),” kata Dekan Fakultas Pertanian (FP) UNS Bambang Pujiasmanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/11).

Menurut Bambang, FP  dijadikan pilot project pengembangan Hutan Pendidikan karena memang linier dengan bidang lingkungan. Setelah itu, disusul ke beberapa fakultas lain di UNS. “Di FP, kita sudah wajibkan kepada setiap mahasiswa baru agar membawa satu pohon untuk ditanam.One student one tree. Ini sudah dimulai sejak mahasiswa mahasiswa baru kemarin dan terkumpul 740 pohon. Ke depan, akan dikembangkan ke jurusan lain seperti: Pendidikan Biologi di FKIP dan jurusan Biologi di MIPA,” tutur dia.

Selain di UNS, Bambang berujar bahwa bibit pohon juga akan ditanam di salah satu sekolah dasar di Kleco, Laweyan, Solo, dengan luas areal 4.000 meter persegi. Penanaman ini dimaksudkan agar memberikan edukasi kepada generasi muda untuk mengerti pentingnya melestarikan lingkungan.

“Kita juga kembangkan ke lahan masyarakat. Tidak menutup kemungkinan pula hingga ke jalan-jalan terutama jalan desa yang bisa difungsikan untuk turus,” ujar Bambang.

Untuk mengembangkan hutan pendidikan, kata Bambang, dibutuhkan setidaknya 800 bibit pohon per hektar. Tidak sema bibit berasal dari mahasiswa. Sebagian lagi berasal dari BPDAS.

Arboretum

Tak cukup dengan Hutan Pendidikan, UNS juga turut mengembangkan Arboretum. Arboretum adalah lahan konservasi keanekaragaman hayati khusus pohon-pohon langka.

Menurut Bambang, pengembangan hutan pendidikan dan arboretum merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) empat perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Tengah dengan Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Provinsi. Keempat PTN itu antara lain: UNS, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Ke depan, lanjut Bambang, pihaknya juga akan menanam pohon buah. Kendati, saat ini UNS masih fokus terhadap penanaman pohon-pohon langka. “Ke depan, kita tanam pohon buah karena konsepnya untuk biodiversitas. Ini juga untuk konservasi burung. Jadi ada keseimbangan flora dan fauna,” ucap Bambang.

Secara terpisah, Rektor UNS Ravik Karsidi berkata bahwa UNS telah melakukan beberapa kegiatan ramah lingkungan sebagai wujud nyata green campus, seperti: hemat energi dengan mendesain bangunan dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber cahaya, penggunaan biogas, daur ulang air, serta pelarangan perburuan di dalam area kampus baik ikan maupun burung. [uns.ac.id]

0

PREVIOUS POSTSPage 6 of 7NEXT POSTS