Your address will show here +12 34 56 78
Berita Terkini

GREEN CAMPUS FEB UNS.  Upaya menciptakan keberlanjutan kelestarian lingkungan di masa depan sudah selayaknya dilakukan sejak usia dini. Pemahaman terhadap pelestarian lingkungan juga akan lebih efektif diikuti dengan keterlibatan langsung dalam aktivitas pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh Tim Green Campus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dengan Aksi ramah lingkungan melalui pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di halaman parkir Gedung 2 FEB UNS, Sabtu, (6/10/2018), dilakukan oleh Tim Green Campus FEB yang telah diprakarsai oleh Bapak Lourentius Setyo Budi, S.IP dan UKM Mahasiswa Ekonomi Pencinta Alam (MEPA).

0

Berita Terkini
Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Program Studi D-3 Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang bertemakan “GO GREEN Makes the Better Life” turut mewujudkan kampus ramah lingkungan melalui aktivitas bersepeda.

Gerakan Go Green tidak hanya langsung memberikan dampak di UNS, akan tetapi juga di lingkungan kehidupan mahasiswa. Green campus adalah spirit untuk membentuk mental cinta lingkungan, dan dampaknya adalah untuk lingkungan yang lebih baik di masa depan.

Bentuk kepedulian lain dari kegiatan ramah lingkungan, terwujud dengan mengumpulkan sampah plastik yang terserak di jalanan saat melintas.

Lihat vidio selengkapnya

0

Berita
September  24th-29 th, 2018. Surakarta, Central Java, Indonesia. International Visual Culture Exhibition (IVCE) merupakan acara pameran internasional yang rencananya akan menjadi kegiatan tahunan di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
IVCE#1 diselenggarakan dalam kemasan “Nature, Culture, and Arts” yang diselenggarakan pada tahun 2017 yang lalu dengan mengusung tema ekologi dengan pendekatan kebudayaan (culture) yang sejalan dengan konsep green campus UNS.

Pada IVCE#2 tahun ini, tema Transcoding dipilih untuk mengkritisi fenomena-fenomena yang berkembang saat ini, sehingga perlu penyegaran kembali warisan seni-budaya yang semakin kehilangan animo dan pelakunya. Sangat tepat jika IVCE#2 juga mengkiritsi fenomena semakin menipisnya sumber daya alam untuk dieksploitasi dan kian pentingnya kreativitas sebagai modal penting dan fenomena kian hilangnya kesadaran historis ditengah budaya konsumerisme. Kuratorial Transcoding terlampir.
IVCE#2 ini diikuti oleh perupa perorangan atau kelompok dari civitas academica Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, alumni, dan internasional, berdasarkan proses seleksi tim kurator dan juga berdasarkan undangan khusus dari pihak kurator.

Pada kesempatan kali ini, IVCE#2 menampilkan karya Drawing, Lukisan, Seni Grafis, Seni Keramik, Seni Patung, Seni Kriya, Batik, Fotografi, Seni Instalasi, Seni Video (Video Art), Komik, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Tekstil, Multimedia, Media Baru (New Media), dan lain-lain.
IVCE#2 diikuti oleh 27 perupa Indonesia, 20 perupa Internasional. Karya desain komunikasi visual sejumlah 1 karya, karya desain interior sejumlah 2 karya, karya desain tekstil sejumlah 1 karya, karya multimedia sejumlah 1 karya, karya seni rupa murni sejumlah 25 karya.
IVCE#2 dibuka oleh Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (Rektor UNS) dan jajarannya dan dihadiri oleh civitas academica UNS, stakeholder di bidang seni rupa, kurator, kolektor seni, bidang pendidikan, profesional, pemerintah daerah, dan masyarakat umum.
Dalam pameran, yang menentukan kualifikasi karya adalah kurator. Kali ini, FSRD memilih 5 kurator dari internal FSRD UNS dan 2 kurator esternal dengan kualifikasi internasional.
Disisi lain, apa itu TRANSCODING

Transcoding sebagai tema kuratorial pada pameran ini dimaknai sebagai praktik atau tindakan membuat makna baru dari arti/makna/tanda yang telah ada. Tema kurasi ini dilatari oleh: 1) perlunya menyegarkan kembali warisan seni-budaya yang semakin kehilangan animo dan pelakunya, 2) fenomena semakin menipisnya sumber daya alam untuk dieksploitasi dan kian pentingnya kreativitas sebagai modal penting, dan 3) fenomena kian hilangnya kesadaran historis ditengah budaya konsumerisme.

Dari tiga hal itu, pameran ini hendak merespons fenomena-fenomena itu untuk tujuan pertama, orang akan memiliki kesadaran untuk meremajakan warisan seni-budaya dengan bentuk, teknik dan ide yang segar; kedua, menjadikan kreativitas menjadi praktik penting untuk selaras dengan perubahan riil dalam masyarakat; ketiga merajut sejarah dengan cara dialogis-kreatif.
Dengan uraian diatas, kami, kurator berharap peserta pameran dapat menampilkan: 1) karya dengan transcoding spirit, 2) karya yang berorientasi pada green concept, yaitu karya yang sedapat mungkin mengandung gagasan yang pro lingkungan dan mengandung bahan/material yang ramah lingkungan dan memiliki dimensi/aspek keberlanjutan (sustainbility), 3) karya yang memiliki muatan dialog dengan sejarah, menunjukkan kreatifitas baru dan segar dalam aspek bentuk, ide dan gagasan.
Kami berharap pameran ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas untuk dapat terlibat dan mengapresiasi berbagai karya dari disiplin dan lintas displin seni murni, desain, kriya, hingga media baru, juga bagi pendidikan tinggi seni dalam memberikan tawaran perspektif segar dalam merespons warisan seni-budaya dan perubahan-perubahannya dengan pengalaman dekat secara kritis-reflektif.

: UNDUH SELENGKAPNYA : KATALOG : RUNDOWN :

 

0

Berita Terkini
STUDI BANDING. Pada hari Kamis, 13 September 2018 Tim Green Campus Universitas Sebelas Maret melaksanakan studi banding ke Green Campus Institut Pertanian Bogor. Green Campus UNS dipimpin langsung oleh Ir. Winny Astuti, M.Sc., Ph.D. selaku ketua pemeringkatan Green Campus UNS, bersama Tim Green Campus UNS terdiri dari 10 orang yaitu sebagai berikut:
  1. Ir. WINNY ASTUTI, M.Sc., Ph.D.
  2. Dr. Al. SENTOT SUDARWANTO, S.H., M.Hum
  3. Dr. Ir. AMALIA TETRANI SAKYA, M.P., M.Phil.
  4. SETYA NUGRAHA, S.Si., M.Si.
  5. TUTUG BOLET ATMOJO, S.K.M., M.Si
  6. MURTANTI JANI RAHAYU, S.T., M.T.
  7. CANDRA PURNAWAN, S.Si, M.Sc.
  8. Dr. MUZZAZINAH, M.Si.
  9. NUGROHO ANDI P., S.Si
  10. PURWO EDI MINARNO
Tujuan acara kunjungan ini adalah untuk tukar pendapat upaya pemeringkatan Green Campus serta memaparkan masalah yang terjadi pada saat ini. Tim Green Campus UNS diterima oleh Dr. Alla Asmara, S.Pt., M.Si. (Kepala SPI), Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.Si., (Sekretaris SPI), Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr. (Ketua Green Campus), Dr. Agus Oman Sudrajat (Koordinator Green Transportation) dan para jajaran tim Green Campus IPB. Pembukaan disampaikan oleh Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.Si., (Sekretaris SPI) dilanjutkan perkenalan dan diskusi selama 5 jam antara tim Green Campus IPB dengan dilanjutkan Tim Green Campus UNS.

Diskusi dipandu langsung oleh Dr. Ernan (Koordinator Green Campus IPB) tentang kondisi Green Campus IPB beserta permasalahan yang masih dihadapi. Perlu diketahui bahwa IPB saat ini berada di peringkat 2 UI Green Metric, dengan segala keunggulannya yaitu memiliki hutan kampus lebih dari 70% luas total IPB. Yang menjadi kesamaan permasalahan antara IPB dan UNS adalah transportasi, mulai kondisi parkir, moda transportasi didalam kampus dan kebijakan yang belum sepenuhnya dilakukan. Awalnya IPB pada tahun 2015 melakukan launching Green Campus dengan konsentrasi ke Green Transportasion, yaitu mengurangi jumlah kendaraan dengan mengarahkan kendaraan ke parking zone.

Setelah pemaparan dari Tim Green Campus IPB dilanjutkan sesi tanya jawab dengan Tim Green Campus UNS, dari kedelapan tim Green Campus UNS kesemuanya memaparkan pertanyaan kiat-kiat Green Campus IPB dalam pelaksanaan Green Campus. Setelah sesi diskusi didalam ruangan selesai dilanjutkan dengan kunjungan lapangan, untuk melihat kondisi Green Campus IPB.

Arboritum

Panel surya untuk penerangan jalan

Diskusi Tim Green Campus UNS dengan IPB

Penyampaian materi oleh Green Campus IPB

Penyerahan kenang-kenangan Green Campus UNS ke Green Campus IPB

Sistem masuk kampus antara sepeda dengan mobil berbeda

Penyampaian materi oleh Dr. Ernan (IPB)

Penerapan pembangunan baru, dengan menjaga pohon dan jaringan listrik ditanam

Kondisi transportasi roda dua yang ada di IPB

0

Berita Terkini

STUDI BANDING. Pada hari Rabu, 12 September 2018 tim Green Campus Universitas Sebelas Maret melakukan studi banding ke Universitas Indonesia Green Metric. Tim Green Campus UNS yang dipimpin oleh Prof. Dr. Okid Parama Astirin, selaku koordinator Green Campus UNS bersama tim yang terdiri atas:

  1. Dr. Ir. Sulandjari, M.S. (Bidang Arboretum)
  2. Dewi Handayani, S.T., M.T. (Bidang Transportasi)
  3. Sumani, M. Si. (Bidang Air)
  4. Erma Fitria Rini, S.T., M.T. (Bidang Seting dan Infrastruktur)
  5. Sri Yuliani, S.T., M.App.Sc. (Bidang Energi dan Perubahan Iklim)
  6. Evi Gravitiani, S.E., M.Si (Tim Green Campus Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
  7. Sigit Purnomo Adi, S.Sn., M.Sn. (Tim Green Campus Fakultas Seni Rupa dan Desain)
  8. Purwono Sungkowo Raharjo, S.H., M.H. (Tim Green Campus Fakultas Hukum)
  9. Retno Utami Tri Saptiwi, S.Pd. (Staf Administrasi Green Campus)
  10. Dien Rusda Arini, S.P. (Staf Administrasi Green Campus)
  11. Muhammad Firdaus, S.Pd. (Staf Administrasi Green Campus)
  12. Ensina Sawor Dea Pratiwi, S.Si. (Staf Administrasi Green Campus)

Pukul 09.00 Tim Green Campus UNS tiba di Universitas Indonesia dan diterima oleh Dr. Ir. Dodi Sudiana M.Eng. (Direktur Kerja Sama UI), Prof. Dr. Ir. Gandjar Kiswanto, M.Eng (Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas UI), Dr. Anom Bowolaksono, M.Sc., Ph.D. (Koordinator Manajemen Lingkungan UPT K3L UI), Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc. (Chairperson UI Green Metric),  Dr. Ruki Harwahyu, S.T., M.Sc. (Programmer UI Green Metric), Sabrina Hikmah R., S.Si. (Analyst and International Communication UI Green Metric), Hastin Setiani, S.Si. (Communication and Administration UI Green Metric).

Sambutan oleh Dr. Ir. Dodi Sudiana M.Eng.


Dalam kunjungan ini diawali dengan penayangan video serta penjelasan singkat mengenai UI Green Metric yang disampaikan oleh Dr. Ruki Harwahyu, S.T., M.Sc., kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab seputar Green Campus serta kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasinya, baik itu di Universitas Indonesia ataupun di Universitas Sebelas Maret.

Penyampaian Materi oleh Dr. Ruki Harwahyu, S.T., M.Sc.

Sesi Tanya Jawab

Pada akhir acara diskusi, Prof. Dr. Okid Parama Astirin mengucapkan terima kasih atas penyambutan Tim UI Green Metric, dan berharap agar diskusi kali ini bisa bermanfaat bagi Tim Green Campus UNS dalam mewujudkan kampus yang berwawasan lingkungan. Menutup acara diskusi ini, dilakukan penyerahan cindera mata di kedua belah pihak.

Penyerahan Cindera Mata

Setelah sesi pemaparan dan tanya jawab selesai, acara studi banding dilanjutkan dengan kunjungan lapang untuk melihat fasilitas-fasilitas penunjang dalam implementasi Green Campus di Universitas Indonesia.

Mengunjungi Solar Cell di Gedung IFC dan Fakultas Teknik

Mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah

MOLINA (Bus Listrik UI)

0

Berita Terkini
IMPLEMENTASI GREEN KAMPUS DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA. Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret merupakan merupakan salah satu fakultas  yang mendukung pelaksanaan Green Campus di Universitas Sebelas Maret Surakarta, sehingga secara otomatis akan mengambil peran, kewenangan dan tanggung jawab dalam pengelolaan Green Campus di tinggkat fakultas, maka Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret berkomitmen untuk menerapkan langkah-langkah dalam melengkapi persyaratan komponen-komponen dalam standart acuan implementasi Green Campus di tingkat universitas secara bertahap, dan berkelanjutan.

Kebijakan-kebijakan dalam mendukung komponen Green Campus mulai di identifikasi dan disusun sehingga lahir dua kebijakan yaitu kebijakan bebas rokok  dan kebijakan pengelolaan parkir Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret. Dengan kebijakan tersebut yang dikuatkan dalam Surat Keputuasan Dekan maka di area lingkungan Fakultas Kedokteran terbebas dari emisi rokok dan emisi akibat penggunaan kendaraan bermotor dapat berkurang. Kebijakan-kebijakan fakultas terus di identifikasi dan dianalisa lebih jauh untuk melihat kemungkinan implementasinya dalam mendukung komponen Green Campus di tingkat Universitas, antara lain perencanaan terbitnya instruksi penghematan energi, pemilahan sampah, penghematan air, pembatasan transportasi, dan lain sebagainya yang akan dilahirkan di akhir tahun 2018.

Ruang terbuka hijau (RTH) merupakan komponen dalam Green Campus yang di kembangkan di Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret dengan langkah membuat taman-taman pada tempat-tempat sekitar gedung atau lokasi yang tidak untuk fungsional dalam operasional pengelolaan di Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret, Membuat Vertikal Garden, Pembongkaran bangunan non fungional untuk di tanamani tanaman baru dalam menambah ruang terbuka hijau, Kebijakan untuk melakukan pembangunan vertical dalam menambah ruangan sehingga membatasi pembangunan yang horisontal, Penanaman tanaman dalam pot untuk tempat yang sudang ada bangunan (tanaman pot pada halaman yang sudah di cor).


Dalam perawatan ruang terbuka hijuan tersebut agar terawat dan kontinue maka Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret bekerja sama dengan pihak ketiga dan dalam penanaman awal melibatkan mahasiswa baru dan mahasiswa yang berkegiatan dalam pencinta alam dan lingkungan. Pihak fakultas juga ikut berperan dalam melakukan pengawasan dan pelarangan untuk melakukan aktivitas di ruang terbuka tersebut agar tidak rusak dan terawat dengan baik.

Dalam penambahan ruang baru maka Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret  melakukan pembagunan vertikal lebih dari 4 lantai seperti 3 gedung baru Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret 8 lantai dengan pencahayaan alami yang didesain dengan baik dan penggunaan lift serta bangunan jalan penyambung antar gedung sehingga tidak terlalu banyak mengurangi ruang terbuka hijau seperti nampak pada gambar.

Penghematan energi merupakan komponen green campus yang di terapkanFakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret, seperti kampanye untuk penggunaan energi listrik seperlunya, stiker untuk mematikan lampu jika sudah tidak di gunakan lagi, mengganti semua lampu dengan lampu jenis LED, penggunaan bangunan dengan kaca dan roster yang cukup dalam menambah pencahayaan alami sehingga dapat mengurangi penggunaan lampu pada siang hari, dan masih ada hal dan rencana lain dalam mengembangkan bio-energi lewat penelitian dan ajang kreatifitas mahasiswa, dan melakukan himbauan kepada bidang perlengkapan untuk memperhatikan perlengkapan yang selaras dengan alat-alat yang hemat energi dan lain sebagainya.

Selain hal tersebut diatas masih ada beberapa komponen green campus yang di terapkan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, seperti pembuatan biopori dan resapan, penggunaan ruang parkir yang tertata di beberapa tempat (ada larangan parkir di tempat-tempet tertentu), program tempat sampah yang berbeda jenis untuk pilah sampah padat, pengembangan hidroponik untuk tanaman obat diletakan di area fakutas, incenerator untuk membakar limbah infeksius, peningkatan karya ilmiah baik dosen dan mahasiswa yang berkaitan dengan pengelolan lingkungan, pembuatan jalur evakuasi, penyediaan sarana pemadam kebakaran, rambu larangan parkir, rambu larangan merokok, rambu larangan membuang sampah, dan rambu lainnya, penggunaan exhaus ventilation dalam pengaturan penghawaan udara, pengukuran kebisingan, pencahayaan, pengukuran panas udara khususnya di prodi keselamatan dan kesehatan kerja fakultas kedokteran, pengembangan kegiatan mahasiwa melalui kampanye, membuat pengolahan sampah kompos, penanaman pohon, ajang kreatifitas lingkungan dan lain sebagainya.

Demikian deskripsi sekilas tentang implementasi komponen green campus Fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret dalam mendukung pelaksanaan Green Campus Universitas Sebelas Maret Surakarta semoga dapat menambah informasi dan menjadi bahan kritik serta saran kepada kami untuk lebih baik lagi dalam menjadi peran, wewenang dan tanggung jawab melakukan pengelolaan lingkungan melalui program Green Campus Universitas Sebelas Maret Surakarta.

0

Berita

Lomba Mahasiswa tingkat Universitas diadakan oleh tim Green Campus Universitas Sebelas Maret. Lomba ini sebagai salah satu usaha untuk mewujudkan UNS sebagai kampus yang ramah lingkungan melalui penggalian ide maupun penerapan ilmu pengetahuan bagi permasalahan di lingkungan sekitar. Terdapat 6 pilar green campus yang minimal salah satunya harus termuat dalam karya mahasiswa, yaitu:

  1. Setting and Infrastructure: pilar yang bertujuan untuk mendorong penyediaan ruang untuk penghijauan dan infrastruktur yang ramah lingkungan.
  2. Energy and Climate Change: pilar yang terkait dengan penggunaan energi dan isu perubahan iklim.
  3. Waste: pilar yang berkaitan dengan aktivitas pengolahan sampah, termasuk segala bentuk aktivitas 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
  4. Water: pilar ini mendorong usaha penghematan air, program water recycling, dan sebagainya.
  5. Transportation: pilar yang mendorong pengurangan carbon footprint melalui sistem transportasi.
  6. Education: usaha-usaha dalam menuangkan materi-materi lingkungan dan keberlanjutan dalam pendidikan.


Lomba Mahasiswa dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
  1. Karsa Cipta Lingkungan

Penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstruktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/ barang atau prototipe dan sejenisnya yang ramah lingkungan atau nantinya dapat digunakan untuk mewujudkan lingkungan yang ramah lingkungan.

Luaran dari kegiatan KC dapat berupa prototipe, model, desain (alat, barang, poster/ sticker bertema lingkungan), piranti lunak, atau potensi paten. Luaran pada kategori karsa cipta termasuk mengolah kembali bahan-bahan bekas menjadi bahan baru atau barang yang bernilai seni.

  1. Penerapan Teknologi Tepat Guna Sederhana

Penerapan konsep, prototipe, model, desain, piranti lunak, atau potensi paten yang telah ada sebelumnya untuk mengatasi permasalahan lingkungan di masyarakat.

Luaran dari kegiatan ini dapat berupa penerapan konsep, model, desain, piranti lunak, jasa, atau potensi paten yang telah ada sebelumnya. Sebagai contoh untuk kategori penerapan teknologi adalah melakukan pengomposan untuk mengatasi permasalahan sampah organik, membuat vertical garden, dan sebagainya.

  1. Gagasan Tertulis

Merupakan wahana mahasiswa dalam berlatih menuliskan ide kreatif sebagai respons intelektual atas persoalan-persoalan lingkungan aktual yang dihadapi masyarakat. Ide tersebut tidak terikat bidang ilmu, harus unik, kreatif, visioner dan bermanfaat sehingga idealisasi kampus sebagai pusat solusi dapat menjadi kenyataan. Gagasan yang disampaikan tidak hanya mengungkapkan fakta sosial, namun juga harus mampu memberi atau menawarkan solusi.

Ketentuan umum Lomba:
  • Setiap fakultas wajib mengirimkan minimal lima kelompok peserta yang mencakup ketiga kategori.
  • Jumlah peserta untuk masing-masing jenis lomba adalah 2-4 orang, boleh terdiri dari angkatan yang berbeda atau prodi yang berbeda, namun masih berada dalam satu fakultas.
  • Untuk peserta yang mengirimkan karya berupa desain poster, sticker, atau sejenisnya wajib mengirimkan file dengan resolusi tinggi sehingga dapat dicetak dengan kualitas baik.
  • Semua karya yang didaftarkan harus merupakan karya asli yang belum pernah dipublikasikan pada kompetisi/ publikasi lainnya. Semua karya yang masuk menjadi hak cipta Green Campus UNS untuk dipublikasikan maupun digunakan untuk kepentingan Universitas Sebelas Maret.
Jadwal Kegiatan 1-5 Oktober 2018 Sosialisasi melalui BEM dan duta GC 8 Oktober – 20 Nopember 2018 Pendaftaran 1 Nopember – 30 Nopember 2018 Pengumpulan karya 1-7 Desember 2018 Seleksi oleh tim GC 7 Desember 2018 Pengambilan keputusan hasil lomba oleh tim 11 Maret 2019 Pengumuman hasil dan penyerahan hadiah

Ketentuan Penilaian

Penilaian karya mahasiswa didasarkan pada nilai originalitas, kreatifitas, kemanfaatan dan keberlanjutan ide dalam mengatasi permasalahan lingkungan.



Website
Keterangan:

Untuk mengikuti Lomba GC UNS 2018 mahasiswa diwajibkan mendaftarkan dalam jaringan (daring) dengan alamat http://greencampus.uns.ac.id/lomba menggunakan akses Single Sign On (SSO) dengan mengisi dan melengkapi menu yang muncul, antara lain terdapat sebagai berikut:

  1. Pendaftaran

Data diri dan anggota kelompok

Kategori lomba yang diikuti

  1. Aktivitas

Progress pembuatan karya tiap kategori: upload foto progress pembuatan karya

Hasil Karya

Upload hasil karya tiap kategori lomba. Untuk kategori lomba dengan karya berupa alat/ karya seni, dapat mengunggah foto hasil karya (karya secara fisik dikumpulkan melalui BEM masing-masing fakultas)

  1. Materi presentasi dapat diunduh dalam jaringan (daring) berikut.
  2. Pengumuman

Panitia akan mengumumkan hasil lomba secara online

0

Berita

TAMAN SAKRAL (Sakura di Lawu) yang berada di Cemoro Kandang Gunung Lawu Karanganyar, merupakan persembahan karya ekowisata oleh Toyota “Berbagi – Bersama Membangun Indonesia” dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Perum Perhutani, dan LIPI.




Dalam rangka 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Jepang, taman tersebut telah diresmikan 27 Januari 2018 oleh Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono; Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii; dan Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo.

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 10NO NEW POSTS